Minggu, 09 November 2014

Tugas Minggu 2

Kelompok 1
Contoh Kasus Norma Umum
Contoh 1 :
1. Kasus Indomie Yang Mendapat Larangan Di Taiwan



Kasus Indomie yang mendapat larangan untuk beredar di Taiwan karena disebut mengandung bahan pengawet yang berbahaya bagi manusia dan ditarik dari peredaran. Zat yang terkandung dalam Indomie adalah methyl parahydroxybenzoate dan benzoic acid (asam benzoat). Kedua zat tersebut biasanya hanya boleh digunakan untuk membuat kosmetik, dan pada Jumat (08/10/2010) pihak Taiwan telah memutuskan untuk menarik semua jenis produk Indomie dari peredaran.  Di Hongkong, dua supermarket terkenal juga untuk sementara waktu tidak memasarkan produk dari Indomie.
Kasus Indomie kini mendapat perhatian Anggota DPR dan Komisi IX akan segera memanggil Kepala BPOM Kustantinah. “Kita akan mengundang BPOM untuk menjelaskan masalah terkait produk Indomie itu, secepatnya kalau bisa hari Kamis ini,” kata Ketua Komisi IX DPR, Ribka Tjiptaning, di  Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/10/2010). Komisi IX DPR akan meminta keterangan tentang kasus Indomie ini bisa terjadai, apalagi pihak negara luar yang mengetahui terlebih dahulu akan adanya zat berbahaya yang terkandung di dalam produk Indomie.

Dessy Ratnaningtyas, seorang praktisi kosmetik menjelaskan, dua zat yang terkandung di dalam Indomie yaitu methyl parahydroxybenzoate dan benzoic acid (asam benzoat) adalah bahan pengawet yang membuat produk tidak cepat membusuk dan tahan lama. Zat berbahaya ini umumnya dikenal dengan nama nipagin. Dalam pemakaian untuk produk kosmetik sendiri pemakaian nipagin ini dibatasi maksimal 0,15%.
Ketua BPOM Kustantinah juga membenarkan tentang adanya zat berbahaya bagi manusia dalam kasus Indomie ini. Kustantinah menjelaskan bahwa benar Indomie mengandung nipagin, yang juga berada di dalam kecap dalam kemasam mie instan tersebut. tetapi kadar kimia yang ada dalam Indomie masih dalam batas wajar dan aman untuk dikonsumsi, lanjut Kustantinah.
Tetapi bila kadar nipagin melebihi batas ketetapan aman untuk di konsumsi yaitu 250 mg per kilogram untuk mie instan dan 1.000 mg nipagin per kilogram dalam makanan lain kecuali daging, ikan dan unggas, akan berbahaya bagi tubuh yang bisa mengakibatkan muntah-muntah dan sangat berisiko terkena penyakit kanker.

Menurut Kustantinah, Indonesia yang merupakan anggota Codex Alimentarius Commision, produk Indomie sudah mengacu kepada persyaratan Internasional tentang regulasi mutu, gizi dan kemanan produk pangan. Sedangkan Taiwan bukan merupakan anggota Codec. Produk Indomie yang dipasarkan di Taiwan seharusnya untuk dikonsumsi di Indonesia. Dan karena standar di antara kedua negara berbeda maka timbulah kasus Indomie ini.

Resumenya : 
Menurut saya kasus ini wajar terjadi karena perbedaan standar dari kedua negara namun jangan sampai menimbulkan perselisihan kedua negara
sumber : http://qalistalia.blogspot.com/2013/10/etika-bisnis.html

Contoh 2 :
2. Kasus monopoli yang dilakukan oleh PT. PLN

Fungsi PT. PLN sebagai pembangkit, distribusi, dan transmisi listrik mulai dipecah. Swasta diizinkan berpartisipasi dalam upaya pembangkitan tenaga listrik. Sementara untuk distribusi dan transmisi tetap ditangani PT. PLN. Saat ini telah ada 27 Independent Power Producer di Indonesia. Mereka termasuk Siemens, General Electric, Enron, Mitsubishi, Californian Energy, Edison Mission Energy, Mitsui & Co, Black & Veath Internasional, Duke Energy, Hoppwell Holding, dan masih banyak lagi. Tetapi dalam menentukan harga listrik yang harus dibayar masyarakat tetap ditentukan oleh PT. PLN sendiri.

Krisis listrik memuncak saat PT. Perusahaan Listrik Negara (PT. PLN) memberlakukan pemadaman listrik secara bergiliran di berbagai wilayah termasuk Jakarta dan sekitarnya, selama periode 11-25 Juli 2008. Hal ini diperparah oleh pengalihan jam operasional kerja industri ke hari Sabtu dan Minggu, sekali sebulan. Semua industri di Jawa-Bali wajib menaati, dan sanksi bakal dikenakan bagi industri yang membandel. Dengan alasan klasik, PLN berdalih pemadaman dilakukan akibat defisit daya listrik yang semakin parah karena adanya gangguan pasokan batubara pembangkit utama di sistem kelistrikan Jawa-Bali, yaitu di pembangkit Tanjung Jati, Paiton Unit 1 dan 2, serta Cilacap. Namun, di saat yang bersamaan terjadi juga permasalahan serupa untuk pembangkit berbahan bakar minyak (BBM) PLTGU Muara Tawar dan PLTGU Muara Karang.

Resumenya :
Pemerintah harus sigap dalam menangani kasus seperti ini karena sangat merugikan masyarakat
Sumber : http://asmoodie.blogspot.com/2013/10/kasus-kasus-arahan-dosen.html


Softskill Etika Bisnis

Tugas Minggu 1 :

Harga Cabai Meroket di Awal Pekan

Liputan6.com, Jakarta - Pedagang di pasar tradisional mengeluhkan kenaikan harga sejumlah bahan pokok. Pasalnya, beberapa komoditas  mengalami kenaikan signifikan memasuki awal pekan ini.
Imam (30) pedagang Pasar Kebayoran Lama mengatakan kenaikan tertinggi terjadi pada komoditas cabai, baik cabai  merah keriting maupun cabai merah rawit.
Dia memaparkan, harga cabai merah keriting naik dari Rp 40 ribu per kg menjadi Rp 60 ribu per kg. Sedangkan cabai merah rawit naik dari Rp 35 ribu per kg menjadi Rp 55 ribu per kg.
"Sepi, nggak terlalu ada, sana-sini karena kemarau. Kalau barangnya bagus tapi ya harganya," kata dia kepada Liputan6.com, Jakarta, Senin (10/11/2014).
Imam menambahkan, kenaikan cabai sudah dari 3 hari yang lalu. Dia bilang, dari Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur dia menyetok cabai merah keriting dengan harga Rp 50 ribu per kg. Sementara cabai merah rawit dengan harga Rp 48 ribu hingga Rp 50 ribu per kg.
"Kalau begini, yang nggak berani dagang ya nggak dagang," ujar Imam.
Komoditas lain yang mengalami kenaikan harga antara lain tomat dan timun. Tomat dan timun naik dari harga sebelumnya Rp 7.000 per kg menjadi Rp 9.000 per kg.
Pedagang lain Sadiyah (34) mengatakan hal yang sama. Kenaikan cabai memang terlampau tinggi pada saat ini. "Nyarinya sulit, hampir nggak kebagian," ujar dia.
Namun begitu, dia mengaku harga beberapa komoditas masih terpantau stabil. Harga wortel belum bergerak di kisaran harga Rp 6.000 per kg, brokoli Rp 20 ribu per kg, kembang kol Rp 15 ribu per kg, dan kentang Rp 10 ribu per kg.

Berikut pantauan harga di pasar Liputan6.com:
Cabai merah rawit Rp 55 ribu per kg
Cabai merah keriting Rp 60 ribu per kg
Tomat Rp 9.000 per kg
Timun Rp 9.000  per kg
Kol Rp 8.000 per kg
Bawang merah Rp 20 ribu per kg
Bawang putih Rp 20 ribu per kg
Daun bawang Rp 10 ribu per kg
Wortel Rp 6.000 per kg
Brokoli Rp 20 ribu per kg
Kembang kol Rp 15 ribu per kg
Kentang Rp 10 ribu per kg
Buncis Rp 15 ribu per kg
Sawi Rp 7.000 per kg
Terong Rp 7.000 per kg
Pare Rp 8.000 per kg
Kacang panjang Rp 12 ribu per kg

Sumber : http://bisnis.liputan6.com/read/2131561/harga-cabai-meroket-di-awal-pekan

Senin, 23 Juni 2014

Pengertian dan Contoh Karya Ilmiah

Pengertian, PEMBAHASAN DAN Contoh KARYA Ilmiah
A.      Karya Ilmiah atau tulisan Ilmiah adalah seorang ilmuwan Karya (Yang berupa Hasil pengembangan) Yang ingin mengembangkan Ilmu pengetahuan, Teknologi dan seni Yang diperoleh melalui kepustakaan, kumpulan pengalaman, pengetahuan Dan orangutan LAIN sebelumnya.
·         Karya Ilmiah: Pernyataan SIKAP Ilmiah Peneliti.
·         Tujuan Karya Ilmiah: Agar gagasan Penulis Karya Ilmiah ITU dapat dipelajari, Lalu didukung atau ditolak Diposkan oleh Pembaca.
B.       Fungsi Karya Ilmiah:
Sebagai Sarana untuk mengembangkan Ilmu pengetahuan, Teknologi, Dan seni.
·         Penjelasan (penjelasan)
·         Ramalan (prediksi)
·         Kontrol (control)
C.       hakikat Karya Ilmiah: Mengemukakan kebenaran melalui metodenya Yang sistematis, metodologis, Dan Konsisten.
D.       Syarat menulis Karya Ilmiah:
·         Motivasi Dan displin Yang Tinggi
·         Kemampuan Mengolah data
·         Kemampuan berfikir logis (urut) Dan Terpadu (sistematis)
·         Kemampuan berbahasa
E.        Sifat Karya Ilmiah:
Formal harus memenuhi syarat:
.   1        Lugas Dan reguler regular tidak emosional: Mempunyai Satu arti, sehingga reguler regular tidak ADA
          tafsiran Sendiri-Sendiri (interprestasi Yang LAIN).
.   2        Logis: Disusun berdasarkan Urutan Yang Konsisten
.   3        Efektif: Satu kebulatan Pikiran, ADA penekanan Dan pengembagan.
.   4        pengerjaannya pengerjaannya efisien: HANYA mempergunakan kata atau Kalimat Yang Penting Dan  
          Siaran Dan Browser web dipahami
    5.      Ditulis Artikel Baru bahasa Indonesia Yang baku.
F.        Ketegangan-JENIS Karya Ilmiah:
Umumnya Karya Ilmiah di Perguruan Tinggi, MENURUT Arifin (2003), menjadi dibedakan:
a)       Makalah adalah Karya tulis Ilmiah Yang menyajikan suatu masalah Yang pembahasannya berdasarkan data dilapangan Yang pajaknya empiris-objektif. makalah masalah menyajikan Artikel Baru melalui alt alt Proses berpikir deduktif atau induktif.
b)       Kertas diakui PADA SAAT terhutang seperti halnya makalah, adalah juga Karya tulis Ilmiah Yang menyajikan sesuatu berdasarkan data yang Yang di Lapangan Yang pajaknya empiris-objektif. Analisis Dalam, Kertas diakui PADA SAAT terhutang lebih daripada Mendalam Analisis Dalam, makalah.
c)        Skripsi adalah Karya tulis Ilmiah Yang mengemukakan Pendapat Penulis berdasarkan Pendapat berbaring orangutan. Pendapat Yang diajukan harus didukung Diposkan oleh pengiriman berkas Dan Fakta empiris-objektif, BAIK bedasarkan langsung PENELITIAN (obsevasi Lapangan, atau Percobaan di laboratorium), juga diperlukan Bahan sumbangan berupa temuan baru Negara Negara Dalam, Segi tata diakui PADA SAAT terhutang, dalil-dalil, atau Hukum tertentu tentang salat Satu ASPEK atau lebih di Kepemilikan Modal spesialisasinya.
d)       Tesis adalah Karya tulis Ilmiah Yang sifatnya lebih Mendalam dibandingkan Artikel Baru skripsi. Tesis mengungkapkan pengetahuan baru Negara Negara Yang diperoleh Bahasa Bahasa Dari PENELITIAN Sendiri.
e)       Disertasi adalah Karya tulis Ilmiah Yang mengemukakan suatu dalil Yang dapat Penulis Diposkan oleh dibuktikan berdasarkan data yang Yang Dan Fakta Yang sahih (valid) Artikel Baru Analisis Yang terinci). Disertasi Suami berisi suatu temuan Penulis Sendiri, Yang berupa temuan orisinal. Jika temuan orisinal inisial dapat dipertahankan Diposkan oleh penulisnya Bahasa Bahasa Dari sanggahan penguji, penulisnya berhak menyandang Gelar doktor (S3).
MANFAAT Penyusunan Karya Ilmiah:
MENURUT Sikumbang (1981), sekurang-kurangnya ADA Enam MANFAAT Yang diperoleh Bahasa Bahasa Dari kegiatan nihil.
   1.        Penulis dapat terlatih mengembangkan keterampilan membaca Yang efektif KARENA sebelum menulis  Karya Ilmiah, besarbesaran mesti membaca PT KARYA CIPTA PUTRA kepustakaan Yang ADA relevansinya Artikel Baru menurunkan bahasa Dari op dibahas Yang hendak.
   2.        Penulis dapat terlatih menggabungkan Hasil Bacaan Bahasa Bahasa Dari berbagai Sumber, sarinya mengambil, Dan mengembangkannya Ke tingkat pemikiran Yang lebih Matang.
   3.        Penulis dapat berkenalan Artikel Baru PERPUSTAKAAN kegiatan seperti MENCARI Bahan Bacaan Dalam, Katalog pengarang atau Katalog Judul Buku.
   4.        Penulis dapat meningkatkan keterampilan mengorganisasi Dalam, Dan menyajikan pengiriman berkas Dan Fakta secara jelas Dan sistematis.
   5.        Penulis dapat memperoleh kepuasan Intelektual.
6.        Penulis turut memperluas cakrawala Ilmu pengetahuan '' masyarakat.
   Contoh Karya Ilmiah ;

   Karya Ilmiah Bahaya Merokok
 
   KATA PENGANTAR

   Puji syukur kami panjatkan atas kehadiran Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada kami, sehingga kami sebagai penyusun telah berhasil menyelesaikan makalah sederhana ini.
  
   Shalawat dan salam kita hanturkan kepada junjungan besar Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya, sahabatnya, beserta pengikutnya hingga akhir zaman.
   Kami menyusun makalah ini dengan tema rokok. Makalah ini menjelaskan tentang berbagai macam bahaya merokok dan pengaruh yang ditimbulkan oleh rokok terlebih dikalangan pelajar. Makalah ini disusun dengan tujuan memberitahukan kepada para perokok, khususnya kepada para pelajar, bahwa merokok sangat berbahaya bagi kesehatan.
   Kami menyadari bahwa tiada gading yang tak retak. Makalah yang kami susun ini tak luput dari kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Oleh karenanya, kami sebagai penyusun sangat mengharapkan adanya kritik dan saran yang membangun dari para pembaca.
   Akhir kata, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. Amin.
  DAFTAR ISI

Kata Pengantar i
Daftar Isi ii

BAB I : Pendahuluan
A. Latar Belakang 1
B. Alasan Seseorang Mulai Merokok 2
C. Ciri – ciri Seorang Perokok 3

BAB II : Pembahasan
A. Bahan-bahan Kimia Yang Terkandung Pada Rokok 4
B. Dampak Rokok 4
C. Upaya Pencegahan 5

BAB III : Penutup
A. Kesimpulan 6
B. Penutup 6
BAB I
PENDAHULUAN

Kebiasaan merokok di Indonesia sangat memprihatinkan. Setiap saat kita dapat menjumpai anggota masyarakat dari berbagai usia, termasuk pelajar merokok di tempat-tempat umum. Padahal, berbagai penelitian dan kajian yang telah dilakukan menujukkan bahwa rokok sangat membahayakan kesehatan. Bukan hanya membahayakan para perokok, asap rokok juga sangat berbahaya apabila dihirup oleh orang-orang yang berada di sekitarnya (perokok pasif). Bahkan sebagian penelitian menunjukkan bahwa para perokok pasif memiliki resiko kesehatan yang lebih tinggi daripada para perokok itu sendiri. Penyakit-penyakit mulai dari menderita batuk hingga kanker paru mengancam para perokok, baik perokok aktif maupun pasif.
Kami menyadari bahwa informasi tentang bahaya rokok bagi kesehatan sangat penting untuk diketahui oleh masyarakat luas, khususnya para pelajar. Hal inilah yang mendorong kami untuk menyusun makalah tentang rokok ini. Kami berharap, dengan mengetahui informasi ini para pelajar dapat mengurungkan niatnya untuk mengkonsumsi rokok, atau bahkan berhenti merokok.

A. LATAR BELAKANG
Bahan dasar rokok adalah tembakau. Tembakau terdiri dari berbagai bahan kimia yang dapat membuat seseorang ketagiahan, walaupun sebenarnya mereka tidak ingain mencobanya lagi.
Sebenarnya seorang pelajar belum baik atau boleh merokok di kalangan sekolah, masyrakat atau kalangan yang lainnya. Karena hal itu dapat berdampak buruk pada kesehatannya, sekolahnya, dan lain-lain. Biasanya hal ini dilakukan oleh para pelajar karena kondisi emosi mereka yang tidak stabil membuat mereka melakukan segala hal untuk melampiaskan emosinya.
Di kota-kota besar, terutama Jakarta populasi perokok pada usia dini sangatlah tinggi. Hal ini disebabkan karena kurangnya penyuluhan tentang bahaya rokok dikalangan sekolah / masyarakat. Atau mungkin jugaa kurangnya kesadaran pada diri mereka sehingga mereka tidak memperhatikan bahayanya dan juga nanti ke depannya. Oleh kaarena itu, kami sebagai pelajar akan mensosialisasikan tentang bahaya rokok serta akibat untuk masa ke depannya lewat makalah ini.

B. ALASAN SESEORANG MULAI MEROKOK
Alasan pertama kali merokok dari berbagai hasil penelitian antara lain : coba-coba, ikut-ikutan, ingin tahu enaknya rokok, sekedar ingin merasakan, kesepian, agar terlihat gaya, meniru orang tua, iseng, menghilangkan ketegangan, kebiasaan saja untuk pergaulan, biar tidak dikatakan banci, lambang kede-wasaan, mencari inspirasi. Alasan lain adalah sebagai penghilang stres, penghilang jenuh, pencari ilham, gengsi, sukar melepaskan diri, pengaruh lingkungan, iseng, anti mulut asam, pencuci mulut, kenikmatan.
Khusus bagi remaja dan anak-anak, suatu studi di Australia tahun 1981 terhadap 5686 anak-anak menunjukkan besarnya pengaruh iklan; anak-anak tersebut diwawancarai dua kali dengan selang waktu satu tahun dan ditemukan bahwa ke-mungkinan untuk menjadi perokok pada anak-anak yang menyetujui iklan rokok dua kali lebih besar daripada mereka yang tidak menyetujui iklan rokok.
Bagi kebanyakan pelajar, mulai merokok disebabkan oleh dorongan lingkungan. Contohnya saja, pelajar tersebut merasa tidak enak kepada teman-temannya karena dia tidak merokok. Sehingga dia pun mulai merokok dan akgirnya menikmati rokok tersebut. Kebanyakan pelajar juga beranggapan bahwa dengan merokok dirinya merasa sangat hebat, gaya, dan ditakuti. Padahal, jika dia tidak pandai-pandai menjaga dirinya, rokok adalah awal dari terjerumusnya seseorang kepada obat-obatan terlarang.

C. CIRI-CIRI SEORANG PEROKOK
Dibawah ini, merupakan beberapa ciri dari seorang perokok
 Perokok terlihat tenang dengan asiknya menghisap menghisap rokok
 Pipi perokok terlihat kempot
 Kulit jadi hitam
 Mata merah
 Kuku membiru
 Bibir dan gusi menjadi hitam
 Mudah terserang peyakit batuk
 Nafasnya bau
 Nafas seorang perokok tidak kuat dan tidak panjang
Efek lain dari rokok juga dapat menimbulkan
1. Gigi menjadi kuning karena noda dari nikotin
2. Mengganggu penciuman
3. Mengganggu pengecapan
4. Infeksi pada tenggorokan
5. Kanker paru-paru
6. Borok pada usus
7. Impotensi
8. Gangguan kehamilan dan janin
BAB II
PEMBAHASAN

A. BAHAN-BAHAN KIMIA YANG TERKANDUNG PADA ROKOK
Ketika menghisap sebatang rokok, sebenarnya kita telah menghirup banyak sekali zat yang dapat merusak tubuh kita, diantaranya
 Nikotin, menyebabkan kecanduan, merusak jaringan otak, dan darah mudah menggumpal.
 Tar, menyebabkan kerusakan pada sel paru-paru, meningkatkan produksi lendir atau dahak di paru-paru, dan dapat menyebabkan kanker paru-paru.
 Karbon monoksida, yang dapat mengurangi jumlah oksigen yang dapat diikat darah,dan menghalangi transportasi oksigen dalam tubuh.
 Zat kersinogen, dapat memicu pertumbuhan sel kanker dalam tubuh.
 Zat iritan, dapat mengakibatkan batuk, kanker paru-paru, dan iritasi pada paru-paru.

B. DAMPAK ROKOK
Bagi diri sendiri,
1. Merokok lebih banyak mendatangkan kerugian dibandingkan keuntungan bagi tubuh
2. Menimbulkan sugesti kepada diri kita, bahwa jika kita tidak merokok mulut terasa tidak enak dan asam
3. Rasa ingin tahu, semangat untuk belajar, dan berbagai hal positif yang ada pada diri kita hilang ketika kita menjadi seorang perokok

Bagi orang lain,
1. Ketika kita sedang merokok, asap rokok kita dapat mengganggu orang lain dan juga menyebabkan polusi udara
2. Menyebabkan seseorang yang dekat dengan kita menjadi seorang perokok pasif
3. Jika membuang puntung rokok sembarangan tanpa mematikan terlebih dahulu sebelumnya, dapat menyebabkan kebakaran
4. Menyebabkan meninpisnya lapisan ozon

F. UPAYA PENCEGAHAN
Beberapa upaya yang telah dilakukan pemerintah
1. Upaya yang dilaksanakan oleh Departemen Kesehatan bu-kan suatu kampanye anti merokok, tetapi penyuluhan tentang hubungan rokok dengan kesehatan.
2. Sasaran yang ingin dijangkau adalah sasaran-sasaran ter-batas yaitu : petugas kesehatan, para pendidik, para murid sekolah, para pemuka, anak dan remaja, para wanita, terutama ibu hamil
3. Kegiatan diutamakan pada pencegahan bagi yang belum merokok.
4. Menanamkan pengertian tentang etika merokok, misalnya :
a) Tidak merokok di tempat-tempat umum, seperti gedung bioskop, bis kota, gedung-gedung pertemuan dan sebagainya.
b) Tidak merokok waktu sedang melaksanakan tugas, mi-salnya dokter waktu memeriksa pasien, guru waktu mengajardan sebagainya.
c) Tidak merokok dekat anak-anak/bayi.
Saran kami bagi anda yang belum pernah merokok, sebaiknya anda jangan mencoba-coba merokok karena dapat membahayakan hidup kita. Terlebih lagi di zaman yang sudah tidak sehat ini, kita harus pandai-pandai menjaga kesehatan. Biasakanlah untuk hidup sehat, karena hidup sehat merupakan awal dari sebuah keberhasilan.
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Kebiasaan merokok di kalangan remaja amat membahaya-kan baik ditinjau dari segi pendidikan maupun kesehatan serta sosial ekonomi. Dipandang dari segi pendidikan sudah jelas bahwa hal ini akan mengganggu pelajarannya, sedangkan dari segi kesehatan akibat kebiasaan merokok akan menyebabkan berbagai penyakit (penyakit serangan jantung, gangguan per-nafasan dan sebagainya). Dari segi ekonomi merupakan pengeluaran anggaran yang tidak perlu atau pemborosan.
Para orang tua murid dan guru sekolah agar lebih ketat mengambil tindakan yang positif dalam hal menanggulangi kenakalan remaja termasuk kebiasaan merokok di kalangan remaja. Para remaja hendaknya secara aktif mengikuti ceramah tentang bahaya merokok.

B. PENUTUP
Demikianlah makalah yang sederhana ini. Kami berharap, makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembacanya sehingga dapat menghindari rokok dan menjalani hidup yang lebih sehat serta tidak membahayakan kesehatan orang-orang yang berada di sekitarnya.
Sumber :
http://www.fali.unsri.ac.id/index.php/menu/42
http://karya-tulis-ilmiah-makalah.blogspot.com/2013/01/contoh-karya-ilmiah-tentang-bahaya.html
http://pbsstainmetro.blogspot.com/2014/02/contoh-karya-ilmiah-lengkap-tentang_27.html

http://arimcsetyavengeance.blogspot.com/2012/11/contoh-kir-tentang-sampah-di-indonesia.html
http://chandrasuherlim.blogspot.com/