Jumat, 08 Mei 2015

Resume Kuliah Umum

NAMA : Arief Wicaksono
Kelas    : 4ea25
NPM    : 17211939
Being Global Leader in Islamic Finance
RESUME : Kuliah umum dengan tema "Being Global Leader in Islamic Finance" Speaker : Ronald Rulindo, Ph.d Senin, 4 Mei 2015

Pengertian Keuangan Syariah
Keuangan syariah adalah memenuhi kebutuhan masyarakat di bidang keuangan dengan prinsip jual beli dan bagi hasil.
Bank Syariah dan Bank Konvensial mempunyai hasil akhir yang sama namun prosesnya berbeda. Perbedaan ini terletak di proses pinjam meminjamnya. Pada bank konvensional dikenakan bunga, tetapi pada bank syariah menggunakan akad dan tanpa bunga.
 
Finance Islamic Bank pertama diperkenalkan pada tahun 1960.
          ·   Pada tahun 1960-an sudah mulai dikenal di mesir
          ·   Pada tahun 1970-an didirikan Islamic Development Bank (IDB)
          ·   Pada tahun 1980-an mulai berdirinya Dubai Islamic Bank
          ·   Pada tahun 1983 bank bersistem syariah di dirikan di Malaysia
          ·   Pada tahun 1990 bank bersistem syariah masuk ke Indonesia dengan ditandai munculnya Bank
             Muamalat
 
         Mengapa kita perlu dalam global leader ?
          ·   Menciptakan riba free ekonomi
          ·   Mewujudkan keadilan sosial
          ·   Membrantas kemiskinan
          ·   Mendukung kemajuan ekonomi lewat ekonomi syariah
 
         Mengapa riba itu di haramkan ?
         ·   Mengandung ketidakadilan
         ·   Merusak perekonomian
         ·   Menyebabkan kemalasan
 
        Inti atau isi dari system mudarabah dalam syariah ?
        ·   Teori bagi hasil
        ·   Kalau ada keuntungan dibagikan
        ·   Kalau terjadi kerugian itu resiko investor
        
     Apa yang harus dilakukan untuk menjadi Globa Leader in Islamic Finance ?
        ·   Luruskan niat kepada Allah
        ·   Perluas wawasan
        ·   Memperbanyak ilmu
        ·   Bangun visi yang jelas

Kamis, 07 Mei 2015

Active and Passive Sentence

Active and Passive Sentence


Kalimat pasif atau yang biasa dikenal dengan Passive Voice atau Passive Sentence atau ada juga yang menyebutnya Passive Forms merupakan salah satu bentuk kalimat dalam Bahasa Inggris. Dalam definisi singkatnya Passive Voice berarti suatu bentuk kata kerja transitif dimana secara tata Bahasa Inggris subjek dari kalimat berpelaku sebagai ‘pasien’, yaitu yang menerima aksi dari sebuah pekerjaan. Kalimat Pasif umumnya kontras dengan Kalimat Aktif atau yang biasa dikenal dengan Active Voice, kalimat ini bermakna suatu bentuk kata kerja transitif dimana subjek dari kalimat berpelaku sebagai ‘agen’, yaitu yang melakukan aksi dari sebuah pekerjaan.

Definisi :

Ciri – ciri kalimat passive :

- Pasti verb 3

- Ada kalimat Bantu (to be)

Rumus :

Simple past tense :

Active => verb 2 (ed)

Passive => was/were + verb 3

Simple present tense :

Active => verb 1 (+ s/es)

Passive => Is/am/are + verb 3

Present perfect tense :

Active => has/have + verb 3

Passive => has/have + been + verb 3

Present continous tense :

Active => is/am/are + verb ing

Passive => is/am/are + being + verb 3

Present future tense :

Active => will + verb 1

Passive => will + be + verb 3

Past perfect tense :

Active => had + verb 3

Passive => had + been + verb 3

Present perfect continous tense :

Active => has/have + been + verb ing

Passive => has/have + been + being + verb 3

Contoh kalimat :

Active

- dudi washes the car everyday

- they are lifting the stones

- I will buy a bag

- we sold the car last month

- they have painted their house blue

- she had posted the letter before she came here

- she has been reading a book for 5 house

- mirna writes a letter for her brother every month

- the doctor is examining the patient at the moment

- the rich man will sell his luxurious house to pay for his debt

Passive


- the car is washed by dudi everyday

- the stones are being lifted by them

- a bag will be bought by me

- the car was sold last month

- the house has been painted blue by them

- the letter had been posted before she came here

- the book has been being read for 5 house

- a letter for mirna’s brother is written by her every month

- the patient is being examined by the doctor at the moment

- his luxurious house will be sold by the rich man to pay for his debt



sumber : http://andriyani22.blogspot.com/2010/03/active-and-passive-sentence.html

Rabu, 01 April 2015

Tugas Bahasa Inggris My Hobbies

I will introduce my self, my  name is Arief Wicaksono,I am a person who has many hobbies. Such as playing games, watching anime, listening to music, browsing internet and others. but here, I'm not going to tell you about myhobby. Because time is limited. I will tell you the most I do.

The first one, I'll tell you about my hobbies are playing games. Games I play most often is the theme of sports such as PES and FIFA. but I also like to play games on the theme of adventure and war. I used to play games during the holidays or at the time so I could play with satisfaction. I used to play games together with my brother and also together with my friends.

My second hobby is watching anime. I often watch anime is anime-themed action, sports, adventure, mystery and much more. I used to watch anime when I'm tired of playing games. I usually watch anime is anime that I downloaded from the anime fansub sites, because when watching anime without substitle sometimes I do not understand the story. I like anime like naruto, one piece, bleach, fairy tail and many more.

My third hobby is listening to music, I love listening to music, to me a world without music is empty. With listening a music besides I get a lot of fun, I can get more spirit than before.  Usually,  I listening a music in the morning with a up-beat song. That’s can give me a soul and spirit for facing a activities along day. Beside that can give me enjoy my own self and forget my problem in a moment. Were mostly music that often I listen to that music on the anime though I also like to listen to music from the music of Indonesia or abroad.

My last hobbies that I like are surfing the internet, almost more than half the days I spend my time surfing the internet. on the internet I usually open the facebook, I like facebook because it can find and communicate with my friends who are far away. I can chat with each other together and comment on the status of each. besides facebook. On the internet I can also download the movies that I like, starting from the beginning until now, many sites that provide movies for download, such as cinema-21, hnmovies.com, or ganool.com, all provide the movies nice things.

I usually surf the Internet on campus and in my home, if at the campus I use Wifi to connect, if at home I use Wifi to connect too, in addition to the connection, I also use some fatherly support applications comfort while surfing, such as browser mozilla forefox, I like mozilla because it's easy and faster connections than on other browsers. I also use CCleaner to remove the history or the other so I could be faster in surfing the internet. for application downloader, internet download manager I use, I use it because it can accelerate when I download from the Internet, Internet download manager is very easy to use and very powerful, because it can get into the site modulation musi, movie, or would I download an application.


That’s all my Speak, If any mistakes I beg your pardon, thank you very much for all of the listener, the last I say Wassalamu’alaikum wr. Wb.

Rabu, 04 Februari 2015

Kasus yang sedang in di BUMN

1.  DPR Bakal Tolak Sebagian Besar BUMN yang Ajukan PMN

Ketua Komisi XI DPR Fadel Muhammad menyatakan sebagian besar dari 35 perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak dikabulkan pengajuanPenyertaan Modal Negara (PMN)nya.
Fadel mengungkapkan, banyak perusahaan BUMN yang dilihat belum mampu menerima suntikan dana yang total dianggarkan sebesar Rp 72,9 triliun tersebut.
"Alasan minta belum cukup untuk menyetujui," kata Fadel, di Kantor BPK, Jakarta, Rabu (4/2/2015).
Menurut Fadel, Komisi XI DPR akan memprioritaskan perusahaan yang menyangkut kepentingan rakyat. Namun, perusahaan yang mengajukan dalam kategori tersebut sangat sedikit, karena itu sebagian besar perusahaan yang mengajukan PMN akan ditolak.
"Banyak sekali kami malah kemungkinan besar sebagian tidak disetujui, kami memilah untuk kepentingan rakyat, misal Jamkrindo, Askrindo," ungkapnya.
Menurut Fadel, untuk menggelontorkan uang sebesar Rp 72,9 triliun harus hati-hati. Lantaran, ia tak ingin kasus semacam Bank Century terulang Kembali.
"Kami sudah pilah beberapa, sedikit sekali yang mintanya besar mengagetkan kami ini uang besar sedangkan teman-teman bilang Bank Century yang Rp 6,7 triliun jadi masalah, teman-teman bilang ekstra hati-hati," pungkasnya.
Sumber : http://bisnis.liputan6.com/read/2170885/dpr-bakal-tolak-sebagian-besar-bumn-yang-ajukan-pmn

Sabtu, 20 Desember 2014

contoh kasus utilitarianisme dalam bisnis

PT Freeport Indonesia (PTFI) merupakan perusahaan afiliasi dari Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc.. PTFI menambang, memproses dan melakukan eksplorasi terhadap bijih yang mengandung tembaga, emas dan perak. Beroperasi di daerah dataran tinggi di Kabupaten Mimika Provinsi Papua, Indonesia. Kami memasarkan konsentrat yang mengandung tembaga, emas dan perak ke seluruh penjuru dunia.
PT Freeport Indonesia merupakan jenis perusahaan multinasional (MNC),yaitu perusahaan internasional atau transnasional yang berkantor pusat di satu negara tetapi kantor cabang di berbagai negara maju dan berkembang.
Contoh kasus pelanggaran etika yang dilakukan oleh PT. Freeport Indonesia :
• Mogoknya hampir seluruh pekerja PT Freeport Indonesia (FI) tersebut disebabkan perbedaan indeks standar gaji yang diterapkan oleh manajemen pada operasional Freeport di seluruh dunia. Pekerja Freeport di Indonesia diketahui mendapatkan gaji lebih rendah daripada pekerja Freeport di negara lain untuk level jabatan yang sama. Gaji sekarang per jam USD 1,5–USD 3. Padahal, bandingan gaji di negara lain mencapai USD 15–USD 35 per jam. Sejauh ini, perundingannya masih menemui jalan buntu. Manajemen Freeport bersikeras menolak tuntutan pekerja, entah apa dasar pertimbangannya.
• Biaya CSR kepada sedikit rakyat Papua yang digembor-gemborkan itu pun tidak seberapa karena tidak mencapai 1 persen keuntungan bersih PT FI. Malah rakyat Papua membayar lebih mahal karena harus menanggung akibat berupa kerusakan alam serta punahnya habitat dan vegetasi Papua yang tidak ternilai itu. Biaya reklamasi tersebut tidak akan bisa ditanggung generasi Papua sampai tujuh turunan. Selain bertentangan dengan PP 76/2008 tentang Kewajiban Rehabilitasi dan Reklamasi Hutan, telah terjadi bukti paradoksal sikap Freeport (Davis, G.F., et.al., 2006).
Kestabilan siklus operasional Freeport, diakui atau tidak, adalah barometer penting kestabilan politik koloni Papua. Induksi ekonomi yang terjadi dari berputarnya mesin anak korporasi raksasa Freeport-McMoran tersebut di kawasan Papua memiliki magnitude luar biasa terhadap pergerakan ekonomi kawasan, nasional, bahkan global.

Sebagai perusahaan berlabel MNC (multinational company) yang otomatis berkelas dunia, apalagi umumnya korporasi berasal dari AS, pekerja adalah bagian dari aset perusahaan. Menjaga hubungan baik dengan pekerja adalah suatu keharusan. Sebab, di situlah terjadi hubungan mutualisme satu dengan yang lain. Perusahaan membutuhkan dedikasi dan loyalitas agar produksi semakin baik, sementara pekerja membutuhkan komitmen manajemen dalam hal pemberian gaji yang layak.
Pemerintah dalam hal ini pantas malu. Sebab, hadirnya MNC di Indonesia terbukti tidak memberikan teladan untuk menghindari perselisihan soal normatif yang sangat mendasar. Kebijakan dengan memberikan diskresi luar biasa kepada PT FI, privilege berlebihan, ternyata sia-sia.

Berkali-kali perjanjian kontrak karya dengan PT FI diperpanjang kendati bertentangan dengan UU Nomor 11/1967 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pertambangan dan sudah diubah dengan UU Nomor 4/2009 tentang Minerba. Alasan yang dikemukakan hanya klasik, untuk menambah kocek negara. Padahal, tidak terbukti secara signifikan sumbangan PT FI benar-benar untuk negara. Kalimat yang lebih tepat, sebetulnya, sumbangan Freeport untuk negara Amerika, bukan Indonesia.

Justru negara ini tampak dibodohi luar biasa karena PT FI berizin penambangan tembaga, namun mendapat bahan mineral lain, seperti emas, perak, dan konon uranium. Bahan-bahan itu dibawa langsung ke luar negeri dan tidak mengalami pengolahan untuk meningkatkan value di Indonesia. Ironisnya, PT FI bahkan tidak listing di bursa pasar modal Indonesia, apalagi Freeport-McMoran sebagai induknya.
Keuntungan berlipat justru didapatkan oleh PT FI dengan hanya sedikit memberikan pajak PNBP kepada Indonesia atau sekadar PPh badan dan pekerja lokal serta beberapa tenaga kerja asing (TKA). Optimis penulis, karena PT FI memiliki pesawat dan lapangan terbang sendiri, jumlah pasti TKA itu tidak akan bisa diketahui oleh pihak imigrasi.

Kasus PT. Freeport Indonesia ditinjau dari berbagai teori etika bisnis :
• Teori etika utilitarianisme
Berasal dari bahasa latin utilis yang berarti “bermanfaat”.
Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan.
Berdasarkan teori utilitarianisme, PT.Freeport Indonesia dalam hal ini sangat bertentangan karena keuntungan yang di dapat tidak digunakan untuk mensejahterakan masyarakat sekitar, melainkan untuk Negara Amerika.
• Teori Hak
Dalam pemikiran moral dewasa ini barangkali teori hak ini adalah pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi baik buruknya suatu perbuatan atau perilaku.
Teori Hak merupakan suatu aspek dari teori deontologi, karena berkaitan dengan kewajiban. Hak dan kewajiban bagaikan dua sisi uang logam yang sama.
Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia itu sama. Karena itu hak sangat cocok dengan suasana pemikiran demokratis.
Dalam kasus ini, PT Freeport Indonesia sangat tidak etis dimana kewajiban terhadap para karyawan tidak terpenuhi karena gaji yang diterima tidak layak dibandingkan dengan pekerja Freeport di Negara lain. Padahal PT Freeport Indonesia merupakan tambang emas dengan kualitas emas terbaik di dunia.

  Sumber : http://devipertiwi.blogspot.com/2013/11/penerapan-etika-utilitarian-pada.html

ETIKA UTILITARIANISME DALAM BISNIS

 ETIKA UTILITARIANISME DALAM BISNIS

Utilitarianisme pertama kali dikembangkan oleh Jeremy Bentham (1748-1832). Persoalan yang dihadapi oleh Bentham dan orang-orang sezamannya adalah bagaimana menilai baik buruknya suatu kebijaksanaan sosial politik, ekonomi, dan legal secara moral. Singkatnya, bagaimana menilai sebuah kebijaksanaan publik, yaitu kebijaksanaan yang punya dampak bagi kepentingan banyak orang, secara moral.


1.         Criteria dan Prinsip Etika Utilitarianisme
Criteria pertama adalah manfaat , yaitu bahwa kebijaksanaan atau tindakan itu mendatangkan manfaat atau kegunaan tertentu. Jadi, kebijaksanaan atau tindakan yang baik adalah yang menghasilkan hal yang baik. Sebaliknya, kebijaksanaan atau tindakan yang tidak baik adalah yang mendatangkan kerugian tertentu.
Criteria kedua adalah manfaat terbesar, yaitu bahwa kebijaksanaan atau tindakan itu mendatangkan manfaat terbesar (atau dalam situasi tertentu lebih besar)dibandingkan dengan kebijaksanaan atau tindakan alternative lainnya.
Criteria ketiga adalah manfaat terbesar bagi sebanyak mungkin orang, yaitu dengan kata lain suatu kebijaksanaan atau tindakan yang baik dan tepat dari segi etis menurut etika utilitarianisme adalah kebijaksanaan atau tindakan yang membawa manfaat terbesar bagi sebanyak mungkin orang atau sebaliknya membawa akibat merugikan yang sekecil mungkin bagi sedikit mungkin orang.
Secara padat ketiga prinsip itu dapat dirumuskan sebagai berikut: Bertindaklah sedemikian rupa sehingga tindakanmu itu mendatangkan keuntungan sebesar mungkin bagi sebanyak mungkin orang.

2.          Nilai Positif Etika Utilitarianisme
a)   Rasionalitas, prinsip moral yang diajukan oleh etika utilitarianisme ini tidak didasarkan pada aturan-aturan kaku yang mungkin tidak kita pahami dan yang tidak bias kita persoalkan keabsahannya.
b)   Dalam kaitannya dengan itu, utilitarianisme sangant menghargai kebebasan setiap pelaku moral. Setiap orang dibiarkan bebas untuk mengambil keputusan dan bertindak dengan hanya memberinya ketiga criteria objektif dan rasional tadi.
c)    Universalitas, yaitu berbeda dengan etika teleologi lainnya yang terutama menekankan manfaat bagi diri sendiri atau kelompok sendiri, utilitarianisme justru mengutamakan manfaat atau akibat baik dari suatu tindakan bagi banyak orang.

3.          Utilitarianisme sebagai Proses dan sebagai Standar Penilaian
a)   Etika utilitarianisme dipakai sebagai proses untuk mengambil sebuah keputusan, kebijaksanaan, ataupun untuk bertindak. Dengan kata lain, etika utilitarianisme dipakai sebagai prosedur untuk mengambil keputusan. Ia menjadi sebuah metode untuk bisa mengambil keputusan yang tepat tentang tindakan atau kebijaksanaan yang akan dilakukan.
b)   Etika utilitarianisme juga dipakai sebagai standar penilaian bai tindakan atau kebijaksanaan yang telah dilakukan. Dalam hal ini, ketiga criteria di atas lalu benar-benar dipakai sebagai criteria untuk menilai apakah suatu tindakan atau kebijaksanaan yang telah dilakukan memang baik atau tidak. Yang paling pokok adalah menilai tindakan atau kebijaksanaan yang telah terjadi berdasarkan akibat atau konsekuensinya yaitu sejauh mana ia mendatangkan hasil terbaik bagi banyak orang.

4.          Analisis Keuntungan dan Kerugian
Pertama, keuntungan dan kerugian (cost and benefits) yang dianalisis jangan semata-mata dipusatkan pada keuntungan dan kerugian bagi perusahaan,  kendati benar bahwa ini sasaran akhir. Yang juga perlu mendapat perhatian adalah keuntungan dan kerugian bagi banyak pihak lain yang terkait dan berkepentingan, baik kelompok primer maupun sekunder. Jadi, dalam analisis ini perlu juga diperhatikan bagaimana daan sejauh mana suatu kebijaksanaan dan kegiatan bisnis suatu perusahaan  membawa akibat yang menguntungkan dan merugikan bagi kreditor, konsumen, pemosok, penyalur, karyawan, masyarakat luas, dan seterusnya. Ini berarti etika utilitarianisme sangat sejalan dengan apa yang telah kita bahas sebagai pendekatan stakeholder.
Kedua, seringkali terjadi bahwa analisis keuntungan dan kerugian ditempatkan dalam kerangka uang (satuan yang sangat mudah dikalkulasi). Yang juga perlu mendapat perhatian serius adalah bahwa keuntungan dan kerugian disini tidak hanya menyangkut aspek financial, melainkan juga aspek-aspek moral; hak dan kepentingan konsimen, hak karyawan, kepuasan konsumen, dsb. Jadi, dalam kerangka klasik etika utilitarianisme, manfaat harus ditafsirkan secara luas dalam kerangka kesejahteraan, kebahagiaan, keamanan sebanyak mungkin pihhak terkait yang berkepentingan.
Ketiga¸bagi bisnis yang baik, hal yang juga mendapat perhatian dalam analisis keuntungan dan kerugian adalah keuntungan dan kerugian dalam jangka panjang. Ini penting karena bias saja dalam jangka pendek sebuah kebijaksanaan dan tindakan bisnis tertentu sangat menguntungkan, tapi ternyata dalam jangka panjang merugikan atau paling kurang tidak memungkinkan perusahaan itu bertahan lama. Karena itu, benefits yang menjadi sasaran utama semua perusahaan adalah long term net benefits.
Sehubungan dengan ketiga hal tersebut, langkah konkret yang perlu dilakukan dalam membuat sebuah kebijaksanaan bisnis adalah mengumpulkan dan mempertimbangkan alternative kebijaksanaan bisnis sebanyak-banyaknya. Semua alternative kebijaksanaan dan kegiatan itu terutama dipertimbangkan dan dinilai dalam kaitan dengan manfaat bagi kelompok-kelompok terkait yang berkepentingan atau paling kurang, alternatif yang tidak merugikan kepentingan semua kelompok terkait yang berkepentingan. Kedua, semua alternative pilihan itu perlu dinilai berdasarkan keuntungan yang akan dihasilkannya dalam kerangka luas menyangkut aspek-aspek moral. Ketiga, neraca keuntungan dibandingkan dengan kerugian, dalam aspek itu, perlu dipertimbagkan dalam kerangka jangka panjang. Kalau ini bias dilakukan, pada akhirnya ada kemungkinan besar sekali bahwa kebijaksanaan atau kegiatan yang dilakukan suatu perusahaan tidak hanya menguntungkan secara financial, melainkan juga baik dan etis.

5.       Jalan Keluar
Tanpa ingin memasuki secara lebih mendalam persoalan ini, ada baiknya kita secara khusus mencari  beberapa jalan keluar yang mungkin berguna bagi bisnis dalam menggunakan etika utilitarianisme yang memang punya daya tarik istimewa ini. Yang perlu diakui adalah bahwa tidak mungkin mungkin kita memuaskan semua pihak secara sama dengan tingkat manfaat yang sama isi dan bobotnya. Hanya saja, yang  pertama-tama harus dipegang adalah bahwa kepentingan dan hak semua orang harus diperhatikan, dihormati, dan diperhitungkan secara sama. Namun, karena kenyataan bahwa kita tidak bisa memuaskan semua pihak secara sama dengan tingkat manfaat yang sama isi dan bobotnya, dalam situasi tertentu kita memang terpaksa harus memilih di antara alternative yang tidak sempurna itu. Dalam hal ini, etika utilitarianisme telah menberi kita criteria paling objektif dan rasional untuk memilih diantara berbagai alternative yang kita hadapi, kendati mungkin bukan paling sempurna.
Karena itu, dalam situasi di mana kita terpaksa mengambil kebijaksanaan dan tindakan berdasarkan etika utilitarianisme, yang mengandung beberapa kesulitan dan kelemahhan tersebut di atas, beberapa hal ini kiranya perlu diperhatikan.
a)      Dalam banyak hal kita perlu menggunakan perasaan atau intuisi moral kita untuk mempertimbangkan secara jujur apakah tindakan yang kita ambil itu, yang memenuhi criteria etika utilitarianisme diatas, memang manusiawi atau tidak.
b)      Dalam kasus konkret di mana kebijaksanaan atau tindakan bisnis tertentu yang dalam jangka panjang tidak hanya menguntungkan perusahaan tetapi juga banyak pihak terkait, termasuk secara moral, tetapi ternyata ada pihak tertentu yang terpaksa dikorbankan atau dirugikan secara tak terelakkan, kiranya pendekatan dan komunikasi pribadi akan merupakan sebuah langkah yang punya nilai moral tersendiri.

Sumber : http://liasetianingsih.wordpress.com/2011/11/23/etika-bisnis-vi-etika-utilitarianisme-dalam-bisnis/

Minggu, 09 November 2014

Tugas Minggu 2

Kelompok 1
Contoh Kasus Norma Umum
Contoh 1 :
1. Kasus Indomie Yang Mendapat Larangan Di Taiwan



Kasus Indomie yang mendapat larangan untuk beredar di Taiwan karena disebut mengandung bahan pengawet yang berbahaya bagi manusia dan ditarik dari peredaran. Zat yang terkandung dalam Indomie adalah methyl parahydroxybenzoate dan benzoic acid (asam benzoat). Kedua zat tersebut biasanya hanya boleh digunakan untuk membuat kosmetik, dan pada Jumat (08/10/2010) pihak Taiwan telah memutuskan untuk menarik semua jenis produk Indomie dari peredaran.  Di Hongkong, dua supermarket terkenal juga untuk sementara waktu tidak memasarkan produk dari Indomie.
Kasus Indomie kini mendapat perhatian Anggota DPR dan Komisi IX akan segera memanggil Kepala BPOM Kustantinah. “Kita akan mengundang BPOM untuk menjelaskan masalah terkait produk Indomie itu, secepatnya kalau bisa hari Kamis ini,” kata Ketua Komisi IX DPR, Ribka Tjiptaning, di  Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/10/2010). Komisi IX DPR akan meminta keterangan tentang kasus Indomie ini bisa terjadai, apalagi pihak negara luar yang mengetahui terlebih dahulu akan adanya zat berbahaya yang terkandung di dalam produk Indomie.

Dessy Ratnaningtyas, seorang praktisi kosmetik menjelaskan, dua zat yang terkandung di dalam Indomie yaitu methyl parahydroxybenzoate dan benzoic acid (asam benzoat) adalah bahan pengawet yang membuat produk tidak cepat membusuk dan tahan lama. Zat berbahaya ini umumnya dikenal dengan nama nipagin. Dalam pemakaian untuk produk kosmetik sendiri pemakaian nipagin ini dibatasi maksimal 0,15%.
Ketua BPOM Kustantinah juga membenarkan tentang adanya zat berbahaya bagi manusia dalam kasus Indomie ini. Kustantinah menjelaskan bahwa benar Indomie mengandung nipagin, yang juga berada di dalam kecap dalam kemasam mie instan tersebut. tetapi kadar kimia yang ada dalam Indomie masih dalam batas wajar dan aman untuk dikonsumsi, lanjut Kustantinah.
Tetapi bila kadar nipagin melebihi batas ketetapan aman untuk di konsumsi yaitu 250 mg per kilogram untuk mie instan dan 1.000 mg nipagin per kilogram dalam makanan lain kecuali daging, ikan dan unggas, akan berbahaya bagi tubuh yang bisa mengakibatkan muntah-muntah dan sangat berisiko terkena penyakit kanker.

Menurut Kustantinah, Indonesia yang merupakan anggota Codex Alimentarius Commision, produk Indomie sudah mengacu kepada persyaratan Internasional tentang regulasi mutu, gizi dan kemanan produk pangan. Sedangkan Taiwan bukan merupakan anggota Codec. Produk Indomie yang dipasarkan di Taiwan seharusnya untuk dikonsumsi di Indonesia. Dan karena standar di antara kedua negara berbeda maka timbulah kasus Indomie ini.

Resumenya : 
Menurut saya kasus ini wajar terjadi karena perbedaan standar dari kedua negara namun jangan sampai menimbulkan perselisihan kedua negara
sumber : http://qalistalia.blogspot.com/2013/10/etika-bisnis.html

Contoh 2 :
2. Kasus monopoli yang dilakukan oleh PT. PLN

Fungsi PT. PLN sebagai pembangkit, distribusi, dan transmisi listrik mulai dipecah. Swasta diizinkan berpartisipasi dalam upaya pembangkitan tenaga listrik. Sementara untuk distribusi dan transmisi tetap ditangani PT. PLN. Saat ini telah ada 27 Independent Power Producer di Indonesia. Mereka termasuk Siemens, General Electric, Enron, Mitsubishi, Californian Energy, Edison Mission Energy, Mitsui & Co, Black & Veath Internasional, Duke Energy, Hoppwell Holding, dan masih banyak lagi. Tetapi dalam menentukan harga listrik yang harus dibayar masyarakat tetap ditentukan oleh PT. PLN sendiri.

Krisis listrik memuncak saat PT. Perusahaan Listrik Negara (PT. PLN) memberlakukan pemadaman listrik secara bergiliran di berbagai wilayah termasuk Jakarta dan sekitarnya, selama periode 11-25 Juli 2008. Hal ini diperparah oleh pengalihan jam operasional kerja industri ke hari Sabtu dan Minggu, sekali sebulan. Semua industri di Jawa-Bali wajib menaati, dan sanksi bakal dikenakan bagi industri yang membandel. Dengan alasan klasik, PLN berdalih pemadaman dilakukan akibat defisit daya listrik yang semakin parah karena adanya gangguan pasokan batubara pembangkit utama di sistem kelistrikan Jawa-Bali, yaitu di pembangkit Tanjung Jati, Paiton Unit 1 dan 2, serta Cilacap. Namun, di saat yang bersamaan terjadi juga permasalahan serupa untuk pembangkit berbahan bakar minyak (BBM) PLTGU Muara Tawar dan PLTGU Muara Karang.

Resumenya :
Pemerintah harus sigap dalam menangani kasus seperti ini karena sangat merugikan masyarakat
Sumber : http://asmoodie.blogspot.com/2013/10/kasus-kasus-arahan-dosen.html