Senin, 23 Juni 2014

Pengertian dan Contoh Karya Ilmiah

Pengertian, PEMBAHASAN DAN Contoh KARYA Ilmiah
A.      Karya Ilmiah atau tulisan Ilmiah adalah seorang ilmuwan Karya (Yang berupa Hasil pengembangan) Yang ingin mengembangkan Ilmu pengetahuan, Teknologi dan seni Yang diperoleh melalui kepustakaan, kumpulan pengalaman, pengetahuan Dan orangutan LAIN sebelumnya.
·         Karya Ilmiah: Pernyataan SIKAP Ilmiah Peneliti.
·         Tujuan Karya Ilmiah: Agar gagasan Penulis Karya Ilmiah ITU dapat dipelajari, Lalu didukung atau ditolak Diposkan oleh Pembaca.
B.       Fungsi Karya Ilmiah:
Sebagai Sarana untuk mengembangkan Ilmu pengetahuan, Teknologi, Dan seni.
·         Penjelasan (penjelasan)
·         Ramalan (prediksi)
·         Kontrol (control)
C.       hakikat Karya Ilmiah: Mengemukakan kebenaran melalui metodenya Yang sistematis, metodologis, Dan Konsisten.
D.       Syarat menulis Karya Ilmiah:
·         Motivasi Dan displin Yang Tinggi
·         Kemampuan Mengolah data
·         Kemampuan berfikir logis (urut) Dan Terpadu (sistematis)
·         Kemampuan berbahasa
E.        Sifat Karya Ilmiah:
Formal harus memenuhi syarat:
.   1        Lugas Dan reguler regular tidak emosional: Mempunyai Satu arti, sehingga reguler regular tidak ADA
          tafsiran Sendiri-Sendiri (interprestasi Yang LAIN).
.   2        Logis: Disusun berdasarkan Urutan Yang Konsisten
.   3        Efektif: Satu kebulatan Pikiran, ADA penekanan Dan pengembagan.
.   4        pengerjaannya pengerjaannya efisien: HANYA mempergunakan kata atau Kalimat Yang Penting Dan  
          Siaran Dan Browser web dipahami
    5.      Ditulis Artikel Baru bahasa Indonesia Yang baku.
F.        Ketegangan-JENIS Karya Ilmiah:
Umumnya Karya Ilmiah di Perguruan Tinggi, MENURUT Arifin (2003), menjadi dibedakan:
a)       Makalah adalah Karya tulis Ilmiah Yang menyajikan suatu masalah Yang pembahasannya berdasarkan data dilapangan Yang pajaknya empiris-objektif. makalah masalah menyajikan Artikel Baru melalui alt alt Proses berpikir deduktif atau induktif.
b)       Kertas diakui PADA SAAT terhutang seperti halnya makalah, adalah juga Karya tulis Ilmiah Yang menyajikan sesuatu berdasarkan data yang Yang di Lapangan Yang pajaknya empiris-objektif. Analisis Dalam, Kertas diakui PADA SAAT terhutang lebih daripada Mendalam Analisis Dalam, makalah.
c)        Skripsi adalah Karya tulis Ilmiah Yang mengemukakan Pendapat Penulis berdasarkan Pendapat berbaring orangutan. Pendapat Yang diajukan harus didukung Diposkan oleh pengiriman berkas Dan Fakta empiris-objektif, BAIK bedasarkan langsung PENELITIAN (obsevasi Lapangan, atau Percobaan di laboratorium), juga diperlukan Bahan sumbangan berupa temuan baru Negara Negara Dalam, Segi tata diakui PADA SAAT terhutang, dalil-dalil, atau Hukum tertentu tentang salat Satu ASPEK atau lebih di Kepemilikan Modal spesialisasinya.
d)       Tesis adalah Karya tulis Ilmiah Yang sifatnya lebih Mendalam dibandingkan Artikel Baru skripsi. Tesis mengungkapkan pengetahuan baru Negara Negara Yang diperoleh Bahasa Bahasa Dari PENELITIAN Sendiri.
e)       Disertasi adalah Karya tulis Ilmiah Yang mengemukakan suatu dalil Yang dapat Penulis Diposkan oleh dibuktikan berdasarkan data yang Yang Dan Fakta Yang sahih (valid) Artikel Baru Analisis Yang terinci). Disertasi Suami berisi suatu temuan Penulis Sendiri, Yang berupa temuan orisinal. Jika temuan orisinal inisial dapat dipertahankan Diposkan oleh penulisnya Bahasa Bahasa Dari sanggahan penguji, penulisnya berhak menyandang Gelar doktor (S3).
MANFAAT Penyusunan Karya Ilmiah:
MENURUT Sikumbang (1981), sekurang-kurangnya ADA Enam MANFAAT Yang diperoleh Bahasa Bahasa Dari kegiatan nihil.
   1.        Penulis dapat terlatih mengembangkan keterampilan membaca Yang efektif KARENA sebelum menulis  Karya Ilmiah, besarbesaran mesti membaca PT KARYA CIPTA PUTRA kepustakaan Yang ADA relevansinya Artikel Baru menurunkan bahasa Dari op dibahas Yang hendak.
   2.        Penulis dapat terlatih menggabungkan Hasil Bacaan Bahasa Bahasa Dari berbagai Sumber, sarinya mengambil, Dan mengembangkannya Ke tingkat pemikiran Yang lebih Matang.
   3.        Penulis dapat berkenalan Artikel Baru PERPUSTAKAAN kegiatan seperti MENCARI Bahan Bacaan Dalam, Katalog pengarang atau Katalog Judul Buku.
   4.        Penulis dapat meningkatkan keterampilan mengorganisasi Dalam, Dan menyajikan pengiriman berkas Dan Fakta secara jelas Dan sistematis.
   5.        Penulis dapat memperoleh kepuasan Intelektual.
6.        Penulis turut memperluas cakrawala Ilmu pengetahuan '' masyarakat.
   Contoh Karya Ilmiah ;

   Karya Ilmiah Bahaya Merokok
 
   KATA PENGANTAR

   Puji syukur kami panjatkan atas kehadiran Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada kami, sehingga kami sebagai penyusun telah berhasil menyelesaikan makalah sederhana ini.
  
   Shalawat dan salam kita hanturkan kepada junjungan besar Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya, sahabatnya, beserta pengikutnya hingga akhir zaman.
   Kami menyusun makalah ini dengan tema rokok. Makalah ini menjelaskan tentang berbagai macam bahaya merokok dan pengaruh yang ditimbulkan oleh rokok terlebih dikalangan pelajar. Makalah ini disusun dengan tujuan memberitahukan kepada para perokok, khususnya kepada para pelajar, bahwa merokok sangat berbahaya bagi kesehatan.
   Kami menyadari bahwa tiada gading yang tak retak. Makalah yang kami susun ini tak luput dari kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Oleh karenanya, kami sebagai penyusun sangat mengharapkan adanya kritik dan saran yang membangun dari para pembaca.
   Akhir kata, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. Amin.
  DAFTAR ISI

Kata Pengantar i
Daftar Isi ii

BAB I : Pendahuluan
A. Latar Belakang 1
B. Alasan Seseorang Mulai Merokok 2
C. Ciri – ciri Seorang Perokok 3

BAB II : Pembahasan
A. Bahan-bahan Kimia Yang Terkandung Pada Rokok 4
B. Dampak Rokok 4
C. Upaya Pencegahan 5

BAB III : Penutup
A. Kesimpulan 6
B. Penutup 6
BAB I
PENDAHULUAN

Kebiasaan merokok di Indonesia sangat memprihatinkan. Setiap saat kita dapat menjumpai anggota masyarakat dari berbagai usia, termasuk pelajar merokok di tempat-tempat umum. Padahal, berbagai penelitian dan kajian yang telah dilakukan menujukkan bahwa rokok sangat membahayakan kesehatan. Bukan hanya membahayakan para perokok, asap rokok juga sangat berbahaya apabila dihirup oleh orang-orang yang berada di sekitarnya (perokok pasif). Bahkan sebagian penelitian menunjukkan bahwa para perokok pasif memiliki resiko kesehatan yang lebih tinggi daripada para perokok itu sendiri. Penyakit-penyakit mulai dari menderita batuk hingga kanker paru mengancam para perokok, baik perokok aktif maupun pasif.
Kami menyadari bahwa informasi tentang bahaya rokok bagi kesehatan sangat penting untuk diketahui oleh masyarakat luas, khususnya para pelajar. Hal inilah yang mendorong kami untuk menyusun makalah tentang rokok ini. Kami berharap, dengan mengetahui informasi ini para pelajar dapat mengurungkan niatnya untuk mengkonsumsi rokok, atau bahkan berhenti merokok.

A. LATAR BELAKANG
Bahan dasar rokok adalah tembakau. Tembakau terdiri dari berbagai bahan kimia yang dapat membuat seseorang ketagiahan, walaupun sebenarnya mereka tidak ingain mencobanya lagi.
Sebenarnya seorang pelajar belum baik atau boleh merokok di kalangan sekolah, masyrakat atau kalangan yang lainnya. Karena hal itu dapat berdampak buruk pada kesehatannya, sekolahnya, dan lain-lain. Biasanya hal ini dilakukan oleh para pelajar karena kondisi emosi mereka yang tidak stabil membuat mereka melakukan segala hal untuk melampiaskan emosinya.
Di kota-kota besar, terutama Jakarta populasi perokok pada usia dini sangatlah tinggi. Hal ini disebabkan karena kurangnya penyuluhan tentang bahaya rokok dikalangan sekolah / masyarakat. Atau mungkin jugaa kurangnya kesadaran pada diri mereka sehingga mereka tidak memperhatikan bahayanya dan juga nanti ke depannya. Oleh kaarena itu, kami sebagai pelajar akan mensosialisasikan tentang bahaya rokok serta akibat untuk masa ke depannya lewat makalah ini.

B. ALASAN SESEORANG MULAI MEROKOK
Alasan pertama kali merokok dari berbagai hasil penelitian antara lain : coba-coba, ikut-ikutan, ingin tahu enaknya rokok, sekedar ingin merasakan, kesepian, agar terlihat gaya, meniru orang tua, iseng, menghilangkan ketegangan, kebiasaan saja untuk pergaulan, biar tidak dikatakan banci, lambang kede-wasaan, mencari inspirasi. Alasan lain adalah sebagai penghilang stres, penghilang jenuh, pencari ilham, gengsi, sukar melepaskan diri, pengaruh lingkungan, iseng, anti mulut asam, pencuci mulut, kenikmatan.
Khusus bagi remaja dan anak-anak, suatu studi di Australia tahun 1981 terhadap 5686 anak-anak menunjukkan besarnya pengaruh iklan; anak-anak tersebut diwawancarai dua kali dengan selang waktu satu tahun dan ditemukan bahwa ke-mungkinan untuk menjadi perokok pada anak-anak yang menyetujui iklan rokok dua kali lebih besar daripada mereka yang tidak menyetujui iklan rokok.
Bagi kebanyakan pelajar, mulai merokok disebabkan oleh dorongan lingkungan. Contohnya saja, pelajar tersebut merasa tidak enak kepada teman-temannya karena dia tidak merokok. Sehingga dia pun mulai merokok dan akgirnya menikmati rokok tersebut. Kebanyakan pelajar juga beranggapan bahwa dengan merokok dirinya merasa sangat hebat, gaya, dan ditakuti. Padahal, jika dia tidak pandai-pandai menjaga dirinya, rokok adalah awal dari terjerumusnya seseorang kepada obat-obatan terlarang.

C. CIRI-CIRI SEORANG PEROKOK
Dibawah ini, merupakan beberapa ciri dari seorang perokok
 Perokok terlihat tenang dengan asiknya menghisap menghisap rokok
 Pipi perokok terlihat kempot
 Kulit jadi hitam
 Mata merah
 Kuku membiru
 Bibir dan gusi menjadi hitam
 Mudah terserang peyakit batuk
 Nafasnya bau
 Nafas seorang perokok tidak kuat dan tidak panjang
Efek lain dari rokok juga dapat menimbulkan
1. Gigi menjadi kuning karena noda dari nikotin
2. Mengganggu penciuman
3. Mengganggu pengecapan
4. Infeksi pada tenggorokan
5. Kanker paru-paru
6. Borok pada usus
7. Impotensi
8. Gangguan kehamilan dan janin
BAB II
PEMBAHASAN

A. BAHAN-BAHAN KIMIA YANG TERKANDUNG PADA ROKOK
Ketika menghisap sebatang rokok, sebenarnya kita telah menghirup banyak sekali zat yang dapat merusak tubuh kita, diantaranya
 Nikotin, menyebabkan kecanduan, merusak jaringan otak, dan darah mudah menggumpal.
 Tar, menyebabkan kerusakan pada sel paru-paru, meningkatkan produksi lendir atau dahak di paru-paru, dan dapat menyebabkan kanker paru-paru.
 Karbon monoksida, yang dapat mengurangi jumlah oksigen yang dapat diikat darah,dan menghalangi transportasi oksigen dalam tubuh.
 Zat kersinogen, dapat memicu pertumbuhan sel kanker dalam tubuh.
 Zat iritan, dapat mengakibatkan batuk, kanker paru-paru, dan iritasi pada paru-paru.

B. DAMPAK ROKOK
Bagi diri sendiri,
1. Merokok lebih banyak mendatangkan kerugian dibandingkan keuntungan bagi tubuh
2. Menimbulkan sugesti kepada diri kita, bahwa jika kita tidak merokok mulut terasa tidak enak dan asam
3. Rasa ingin tahu, semangat untuk belajar, dan berbagai hal positif yang ada pada diri kita hilang ketika kita menjadi seorang perokok

Bagi orang lain,
1. Ketika kita sedang merokok, asap rokok kita dapat mengganggu orang lain dan juga menyebabkan polusi udara
2. Menyebabkan seseorang yang dekat dengan kita menjadi seorang perokok pasif
3. Jika membuang puntung rokok sembarangan tanpa mematikan terlebih dahulu sebelumnya, dapat menyebabkan kebakaran
4. Menyebabkan meninpisnya lapisan ozon

F. UPAYA PENCEGAHAN
Beberapa upaya yang telah dilakukan pemerintah
1. Upaya yang dilaksanakan oleh Departemen Kesehatan bu-kan suatu kampanye anti merokok, tetapi penyuluhan tentang hubungan rokok dengan kesehatan.
2. Sasaran yang ingin dijangkau adalah sasaran-sasaran ter-batas yaitu : petugas kesehatan, para pendidik, para murid sekolah, para pemuka, anak dan remaja, para wanita, terutama ibu hamil
3. Kegiatan diutamakan pada pencegahan bagi yang belum merokok.
4. Menanamkan pengertian tentang etika merokok, misalnya :
a) Tidak merokok di tempat-tempat umum, seperti gedung bioskop, bis kota, gedung-gedung pertemuan dan sebagainya.
b) Tidak merokok waktu sedang melaksanakan tugas, mi-salnya dokter waktu memeriksa pasien, guru waktu mengajardan sebagainya.
c) Tidak merokok dekat anak-anak/bayi.
Saran kami bagi anda yang belum pernah merokok, sebaiknya anda jangan mencoba-coba merokok karena dapat membahayakan hidup kita. Terlebih lagi di zaman yang sudah tidak sehat ini, kita harus pandai-pandai menjaga kesehatan. Biasakanlah untuk hidup sehat, karena hidup sehat merupakan awal dari sebuah keberhasilan.
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Kebiasaan merokok di kalangan remaja amat membahaya-kan baik ditinjau dari segi pendidikan maupun kesehatan serta sosial ekonomi. Dipandang dari segi pendidikan sudah jelas bahwa hal ini akan mengganggu pelajarannya, sedangkan dari segi kesehatan akibat kebiasaan merokok akan menyebabkan berbagai penyakit (penyakit serangan jantung, gangguan per-nafasan dan sebagainya). Dari segi ekonomi merupakan pengeluaran anggaran yang tidak perlu atau pemborosan.
Para orang tua murid dan guru sekolah agar lebih ketat mengambil tindakan yang positif dalam hal menanggulangi kenakalan remaja termasuk kebiasaan merokok di kalangan remaja. Para remaja hendaknya secara aktif mengikuti ceramah tentang bahaya merokok.

B. PENUTUP
Demikianlah makalah yang sederhana ini. Kami berharap, makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembacanya sehingga dapat menghindari rokok dan menjalani hidup yang lebih sehat serta tidak membahayakan kesehatan orang-orang yang berada di sekitarnya.
Sumber :
http://www.fali.unsri.ac.id/index.php/menu/42
http://karya-tulis-ilmiah-makalah.blogspot.com/2013/01/contoh-karya-ilmiah-tentang-bahaya.html
http://pbsstainmetro.blogspot.com/2014/02/contoh-karya-ilmiah-lengkap-tentang_27.html

http://arimcsetyavengeance.blogspot.com/2012/11/contoh-kir-tentang-sampah-di-indonesia.html
http://chandrasuherlim.blogspot.com/

Minggu, 27 April 2014

Tugas Softskill



KELAYAKAN USAHA AGRIBISNIS  PERTERNAKAN AYAM POTONG
Catur julianto fuadi, arief wicaksono, sundoro ryan fadhilah
Mahasiswa Universitas Gunadarma
ABSTRAK
Industri perternakan ayam di masyarakat semakin berkembang dan meluas. Akan tetapi dalam pelaksanaan bisnis perternakan ayam tersebut belum dapat di ketahui berapa besarnya pendapatan yang diperoleh dalam bisnis tersebut.
penelitian ini bertujan untuk meneliti faktor – faktor produksi yang di pergunakan dalam pengolahan usaha, dan pendapatan bersih yang diperoleh dalam satu periode.
Kata Kunci : Ayam potong dan Pendapatan
ABSTRAC
Industrial chicken farms in the community is growing and expanding. However, in the implementation of the chicken farming business can not know how much the income earned in the business.
bertujan study to examine the factors - factors of production are in use in the processing business, and revenue generated in one period.
Keywords: broiler and total revenue
PENDAHULUAN
 pembangunan subsektor perternakan merupakan salah satu sector yang memberikan peranan penting dalam pembangunan ekonomi nasional, yaitu sebagai salah satu penyedia bahan pangan hewani yang berkualitas berupa daging dan telur. Berbagai upaya – upaya untuk meningkatkan produksi perternakan untuk memenuhi tingkat konsumsi masyarakat Indonesia terhadap kebutuhan pangan .
Indikasi peranan bisnis kecil dan bisnis menengah itu dapat dilihat dari kontribusinya terhadap PDB, ekspor non-migas, penyerapan, tenaga kerja, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang cukup berarti. (M. irfan, 2000). Dalam perekonomian Indonesia, sektor usaha kecil menengah memiliki peranan yang sangat penting terutama bila dikaitkan dengan jumlah tenaga kerja yang mampu diserap oleh bisnis tersebut. Usaha kecil ini selain memiliki arti strategis bagi pembangunan, juga sebagai upaya untuk meratakan hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai. Untuk mengetahui tingkat skala usaha yang dapat memberikan pendapatan keuntunga maksimal pada pelaku usaha ternak perlu dilakukan kegiatan penelitian yang memungkinkan pelaku usaha dapat mengetahui besarnya pendapatan dan keuntungan serta efesiensi perternakan ayam dalam skala kecil menengah.
Tujuan Penelitian
penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komponen  faktor produksi  yang di gunakan dalam pengolahan bisnis, dan mengetahui besarnya pendapatan bersih yang diperoleh pada setiang tingkatan skala usaha per-periode.usaha per-periode dan mengetahui masalah persaingan dalam industri bisnis.

BAHAN DAN METODE
Penelitian ini dilaksanakan pada perternakan ayam PT. Subur Makmur di kabupaten Bogor, jawa barat penelitian dilakukan setelah mengamati perternakan tersebet selama beberapa periode, untuk metode pengumpulan data mengunakan metode survey  dan data sekunder milik PT. Subur Makmur  data yang diambil dengan skala usaha 15.000 ekor per periode produksi. Skala usaha adalah jumlah kepemilikan ternak ayam pedaging (jumlah ayam yang dipelihara) oleh seorang peternak per satu angkatan pemeliharaan. Model usaha ternak ayam pedaging di Kabupaten Bogor ini adalah secara kemitraan.
Data dikumpulkan melalui 3 cara yaitu
1.      Wawancara dengan pemilik peternakan dengan daftar pertanyaan terbuka sebagai pedoman wawancara.
2.      Observasi lapangan dari kegiatan usaha perternakan ayam dari bibit sampai DOC
3.      Laporan keuangan hasil penjualan ayam pedaging per periode
Analisa pendapatan perternakan ayam dihitung berdasarkan selisih antara Total Revenue dan Total Cost
TC = FC + VC ------------------- TR – TC = Keuntungan, dimana:
FC = biaya tetap ( Fix Cost )
VC = biaya tidak tetap  (variable Cost)
TC = biaya total (Total Cost)
TR = Penerimaan total  (Total Revenue)

Model fungsi usaha ternak ayam PT. Subur Makmur Kabupaten Bogor  adalah:
Y   = f (X1, X2, ……..,X6) dimana;
Y   = Keuntungan (rupiah)
X1 = Skala usaha (ekor)
X2 = Volume produksi (ekor)
X3 = harga jual ayam (rupiah)
X4 = biaya total produksi (rupiah)
X5 = lama pemeliharaan (hari)
X6 = Pengalaman beternak (tahun)
Dari persamaan model usaha ternak ayam pedaging tersebut, selanjutnya dilakukan analisis regresi untuk mengetahui hubungan antara berbagai variabel yang menjelaskan tingkat keuntungan.



HASIL DAN PEMBAHASAN
Analisis kelayakan digunakan untuk mengetahui kelayakan suatu usaha agribisnis perternakan ayam. Dalam suatu industry bisnis terdapat banyak rintangan dalam persaingan industri global
Yaitu rintangan ekonomis yaitu biaya pengangkutan dan penyusutan. Biaya pengangkutan mendorng skala ekonomis  yang didapat dari produksi yang terpusat, biaya pengangkutan yang tinggi menyebabkan biaya variable bertambah karena berat ayam DOC mengalami penyusutan, produk yang terkena biaya angkut pun dimasukan dalam laporang keuangan per periode.
Unsur-unsur pokok yang menjadi bahan analisa untuk mengetahui pendapatan adalah menghitung pendapatan dan biaya-biaya yang di keluarkan.

Biaya tetap
Biaya tetap adalah pengeluaran yang dikeluarkan untuk membiayai usaha ternak ayam potong secara tetap yang tidak tergantung pada besarnya skala usaha seperti pajak bumi dan bangunan, biaya penyusutan kandang, peralatan, listrik, gaji tetap karyawan yang dinyatakan dalam satuan harga rupiah selama satu siklus pemeliharaan. Untuk melihat secara terinci pengeluaran tersebut berdasarkan tingkat volume usaha adalah sebagai berikut.
Tabel 1 Biaya tetap usaha perternakan ayam potong pada skala 15.000,tahun 2012
No.
URAIAN
Skala Usaha(Ekor)
15.000
1
2
3
4
5
Pajak Bumi & Bangunan
Penyusutan Kandang
Penyusutan alat
Peralatan listrik
Gaji tetap
1.250.000
5.000.000
2.750.000
350.000
1.800.000
TOTAL
11.150.000
Sumber : data keuangan
Berdasarkan tabel 1 biaya rata-rata usaha perternakan ayam terbesar adalah untuk penyusutan kandang, penyusutan alat dan keperluan gaji. Sedangkan biaya pajak bumi dan bangunan, dan peralatan listrik tidak terlalu besar.
Biaya variabel
Biaya yang di keluarkan tergantung pada jumlah besar kecilnya volume usaha. Semakin besar skala usaha, maka semakin besar pula biaya yang harus di keluarkan untuk membiayai usaha perternakan ayam tersebut. Yang termasuk ke dalam biaya variable adalah biaya bibit, pakan, obata-obatan, karung, tenaga kerja, sekam, bahan bakar diesel.
Tabel 2 biaya variable perternakan ayam pada skala usaha 15.000,tahun 2012
NO.
URAIAN BIAYA
Skala usaha
15.000
1
2
3
4
5
6
7
8
Bibit
Pakan
Obat-obatan
Alas kandang
Biaya tambahanTenaga kerja
Bahan bakar
Listrik
Sekam
10.500.000
90.000.000
200.000
350.000
50.000
50.000
400.000
650.000
TOTAL
102.200.000
Sumber : data keuangan perusahaan
Berdasakan tabel 2 biaya variable terbesar adalah untuk keperluan penyediaan bibit DOC dan untuk keperluan pakan ayam yang sampai 5 ton , karena semakin besar skala usaha semakin besar pula biaya -biaya yang di kelurkan . Dan  biaya obat-obatan hanya untuk mengantisipasi kematian yang di akibatkan oleh penyakit, akan tetapi apabila terkena penyakit peternak akan mengeluarkan biaya lebih besar untuk memanggil dokter hewan dan pembelian vitamin untuk ayam.
Penjualan  pada umumnya dilakukan setelah ayam potong berumur sekitar 28 sampai 33 hari, penjualan ayam melalui supplier yang telah memsan ayam pada peternak. Hasil penjualan sebagai penerimaan peternak pada skala usaha dapat dilihat pada tabel berikut dibawah ini.   Penjualan biasanya dilakukan dengan menimbang berat badan ayam,
Rata-rata harga pasar ayam adalah Rp 16.000 per ekor dengan berat berkisar 1,3 – 1,5 kg.  Dengan melihat hasil penjualan dan perhitungan biaya yang telah digunakan pengusaha ternak, maka pendapatan mereka dapat diketahui termasuk penerimaan sampingan yang diperoleh dari menjual kotoran ayam yang dapat digunakan sebagai pupuk kandang. Untuk melihat pendapatan usaha peternak ayam potong secara terinci dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel  3.  Nilai Penerimaan Rata-rata Ternak Ayam Potong pada Skala Usaha 15.000, tahun 2012
NO
SKALA USAHA
NILAI JUAL
TOTAL
AYAM
PUPUK
1
15.000
197.712.000
1.500.000
197.862.000
Sumber:  Data keuangan
Tabel 4.  Pendapatan Usaha Ternak Ayam Potong
NO
SAKALA USAHA
PENERIMAAN
PENGULUARAN
PENDAPATAN
TETAP
VARIABEL
1
15.000
197.862.000
11.150.000
102.200.000
84.512.000
Sumber:  Data keuanagan
Tabel 4 terlihat bahwa pada usaha dengan populasi sebesar 15.000 ekor  mampu memperoleh pendapatan setiap periode sebesar Rp. 84.512.000 atau hanya memperoleh manfaat keuntungan sebesar Rp. 5634,13  per ekor, tetapi pendapatan tersebut masih harus dibagi dengan mitra, karena PT. Subur Makmur memiliki mitra dengan CV. CV tersebut menginvestasikan dananya kepada peternakan PT. subur makmur, akan tetapi investasi tersebut bukan berupa uang tetapi berupa bibit ayam DOC dan pakan. Pembagian pendapatan peternakan dibagi sesuai dengan perjanjian yang telah di sepakati.



KESIMPULAN
1.      Semakin besar skala usaha (volume peliharaan) ayam, pendapatan bersih yang diterima semakin besar
2.      Mengumpulkan data-data informasi tentang peternakan agar dapat memperkecil faktor-faktor produksi yang dapat mempengaruhi pendapatan peternak
3.      Memahami kondisi pasar yang di tuju untuk pemasaran ayam potong
4.      Peternak sebaiknya juga membuat catatan usaha secara teratur, lengkap dan terperinci  serta  terpisah dari laporan kegiatan usaha untuk mempermudah peternak mengetahui kondisi usahanya

DAFTAR PUSTAKA
A.Nugraha,S.E. M.M, ”pengantar bisnis”, hal 99-181
Novi Itsna Hidayati,”kelayakan usaha agribisnis ayam pedaging”.
Edjeng Supriatna,”strategi pengembangan ayam lokal di Indonesia”.tahun 2010
Achmad Gusasi,Muh. Amir Saade.”analisi pendapatan dan efisiensi usaha ternak ayam potong pada skala usaha kecil”. Tahun 2006