1. Berfokus pada pelayanan, bukan penjualan saja
Sebuah pelayanan yang berkualitas ke konsumen merupakan salah satu
prinsip penting yang harus diketahui. Mengapa pelayanan penting? Hal ini
dikarenakan konsumen akan datang kembali jika konsumen tersebut merasa
puas atas layanan yang sudah diberikan penjual. Ketika konsumen datang
kembali maka konsumen tersebut adalah konsumen yang setia dan tentu saja
akan meningkatkan penjualan dalam jangka panjang.
2. Jelaskan manfaatnya bukan fiturnya saja
Fitur memberitahukan kepada pelanggan penawaran Anda sedangkan manfaat
memberitahukan pelanggan mengapa mereka seharusnya membeli. Konsep ini
sangat penting diketahui oleh pengusaha, karena konsumen akan membeli
produk kita atas dasar manfaat apa yang nantinya akan dberikan oleh si
penjual.
3. Lakukan promosi
Promosi merupakan strategi penting untuk mengenalkan suatu produk ke
konsumen. Mustahil konsumen tahu produk kita jika kita tidak melakukan
promosi. Kita bisa melakukan strategi promosi melalui media online atau
media offline. Dalam menerapkan strategi promosi kita harus
menjalankannya dengan konsisten, terencana dan dimonitor saat
dijalankan. Memonitor proses promosi sangat penting dilakukan agar
tujuan dari promosi dapat tercapai dengan baik.
4. Buatlah target penjualan
Langkah selanjutnya untuk mendongkrak kinerja bisnis adalah menetapkan
target penjualan. Target penjualan merupakan acuan penting bagi
pengusaha untuk memantau perkembangan kinerja kesuksesan bisnis dalam
suatu periode tertentu. Target penjualan ini akan menjadi motivasi bagi
kita untuk mengejar target serta menerapkan strategi-strategi agar
target penjualan tercapai.
5. Ciptakan Kepuasan Pelanggan
Konsumen akan datang kembali jika konsumen tersebut puas. Kepuasan
pelanggan merupakan salah satu tujuan penting ketika kita menjalankan
suatu bisnis. Kepuasan konsumen akan sangat ditentukan oleh kualitas
layanan dan kualitas produk kita. Harapan dari terbentuknya kepuasan
pelanggan tidak hanya meningkatkan penjualan, melainkan juga nantinya
diharapkan para konsumen merekomendasikan produk kita ke orang lain.
6. Jalankan Strategi CRM
CRM atau customer relationship management merupakan strategi yang sering
dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar untuk menjalin hubungan
dengan calon konsumen maupun pelanggan. Tidak hanya perusahaan besar,
UKM atau entrepreneur pun bisa menerapkan strategi ini. Hal penting
sebelum membangun hubungan dengan pelanggan adalah kita harus memiliki
database kontak konsumen dan pelanggan kita. Cara praktis yang bisa
diterapkan UKM yaitu setiap ada pelanggan yang membeli produk kita,
usahakan agar kita bisa memperoleh kontaknya misal no handphone ataupun
email. Dengan database konsumen ini kita bisa menjalin hubungan jangka
panjang dan diharapkan terjadi penjualan produk kita.
sumber : http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/07/orientasikan-bisnis-anda-pada-kepuasan.html?m=1
Sabtu, 21 Desember 2013
Sabtu, 02 November 2013
Bagaimana Konsumen Mencapai Kepuasan
Perilaku konsumen ditimbulkan oleh
faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap perilaku pembelian konsumen,
perusahaan harus berusaha untuk dapat memahami perilaku pembelian konsumen
tersebut. Konsumen sangat heterogen dilihat dari usia, tingkat pendidikan,
tingkat pendapatan, pekerjaan dan selera. Persaingan yang dihadapi oleh
sebagian besar perusahaan tampaknya semakin mempengaruhi kebutuhan konsumen
dipasar.
Tujuan seorang konsumen yang
rasional ialah mendapatkan kepuasan yang maksimum dari suatu barang yang
dikonsumsinya. Seorang konsumen yang mencapai kepuasan yang maksimum dari
mengkonsumsi suatu barang, dikatakan konsumen tersebut berada dalam kondisi
keseimbangan (equilibrium).
Tingkat kepuasan maksimum konsumen
dapat dicapai pada waktu konsumen dapat memenuhi kebutuhan yang diinginkan. Bagaimana
konsumen dapat memenuhi kebutuhan
konsumen? Ada beberapa faktor yang dapat
memenuhi kebutuhan konsumen antara lain: pendapatan konsumen, harga
barang dan selera konsumen.
Sebagai ilustrasi ada dua orang
pembeli masuk supermarket. Orang pertama keluar supermarket tidak membeli
apapun, sedangkan orang kedua keluar supermarket membeli kebutuhannya.
Pertanyaannya, pembeli yang mana yang dapat mencapai tingkat kepuasan maksimum konsumen? Jawabannya, tentunya pembeli yang
dapat memenuhi kebutuhannya. Pertanyaan
berikutnya, mengapa kedua pembeli ada yang bisa membeli dan ada yang tidak bisa
membeli? Jawabannya adalah karena ada kemungkinan sesuai atau tidak sesuainya
pendapatan yang dimiliki, harga barang dan selera pembeli (dimana salah satu
saja tidak memenuhi maka tidak akan terjadi transaksi jual beli itu).
Syarat Mencapai Kepuasan yang Maksimum
“Seorang konsumen akan mencapai kepuasan
yang maksimum, apabila marginal utility dari setiap rupiah yang dibelanjakan
untuk berbagai jenis barang adalah sama”.
Secara matematis syarat tersebut
dapat ditulis sebagai berikut :
MUX /PX = MUY /PY
= . . . , dengan kendala, PX.QX + PY.QY + . . = M
Dimana :
M =
pendapatan uang individu utility perperiode waktu.
MUX =
marginal utility barang X.
MUY =
marginal utility Y.
PX =
harga per unit barang X.
PY =
harga per unit barang Y.
Misalnya pendapatan seorang
konsumen perperiode waktu = $12, dan seluruhnya ingin dibelanjakan untuk
membeli barang X dan Y. Harga barang X : PX = $2 dan harga barang Y : PY = $1.
Sumber : http://resnandapramudiastiro.blogspot.com/2013/05/mendapatkan-kepuasan-maksimal-pada.html
Kamis, 26 September 2013
Cara konsumen mengevaluasi sebelum membeli barang
Evaluasi Alternatif Sebelum Pembelian
Konsumen adalah bagian terpenting
dalam target pasar suatu perusahaan. Konsumen yang konsumtif juga merupakan
sasaran utama para peserta pasar dan perusahaan. Tetapi, kadang konsumen kurang
berhati- hati dalam melakukan pembelian sehinggam menimbulkan kerugian sepihak.
Maka dari itu, harus dilakukan evaluasi alternatif yang dilakukan oleh konsumen
sebelum mengambil keputusan untuk membeli.
Adapun pertimbangan yang dilakukan
konsumen sebagai berikut :
- Produk yang murah – Produk yang mahal, tingkat ekonomi suatu negara mempengaruhi konsumen untuk megkonsumsi barang- barang yang harganya relatif murah. Hanya beberapa persen penduduk yang berani mengkonsumsi suatu produk atau jasa dengan harga yang mahal. Selebihnya, berpikir 3 sampai 4 kali untuk membelinya.
- Pembelian yang sering – Pembelian yang jarang, barang atau jasa yang sering dibeli
- Merk yang biasa – Merk terkenal
ANALISIS PENGAMBILAN KEPUTUSAN OLEH
KONSUMEN
- Sudut pandang ekonomis, konsumen sebagai orang yang membuat keputusan secara rasional harus mengetahui semua kelemahan dan kekuatan produk atau jasa yang dibelinya serta mempertimbangkan kegunaannya untuk jangka pendek, menengah dan panjang.
- Sudut pandang kognitif, konsumen merupakan pengelolah informasi yang selalu mencari tahu apa saja tentang produk dan jasa yang dibutuhkan. Pengelola informasi selalu berujung pada pilihan unutk membeli atau menolak produk tersebut.
- Sudut pandang emosional, konsumen yang memiliki sifat cenderung mengkoleksi atau emmfavoritkan suatu barang atau jasa dan akan melakukan apa pun demi mendapatkannya termasuk dalam golongan ini, sehingga anggapan emotional man itu tidak rasional adalah tidak benar. Tetapi, bila sudah mendapatkan produk yang membuat perasaan mereka lebih baik, maka keputusan yag mereka ambil merupakan keputusan rasional.
PENGAMBILAN KEPUTUSAN OLEH KONSUMEN
- Pengaruh eksternal
- Keluarga
- sumber informasi
- kelas social
- budaya
2. Pengambilan
keputusan pada konsumen
- sadar akan kebutuhan
- mencari sebelum membeli/ survey
- mengevaluasi produk
3. Area
psikologis
- motivasi
- persepsi
- pembelajaran
- kepribadian
- sikap
4. Perilaku
setelah keputusan pembelian
- percobaan
- pembelian ulang
TIGA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
PILIHAN KONSUMEN
- Konsumen individu, Pilihan merk dipengaruhi oleh kebutuhan konsumen, persepsi atas karakteristik merk dan sikap ke arah pilihan. Sebagai tambahan, pilihan merk dipengaruhi oleh demografi konsumen, gaya hidup dan karakteristik personalia.
- Pengaruh lingkungan, Lingkungan pembelian konsumen ditunjukkan oleh budaya (norma kemasyarakatan, pengaruh kedaerahan atau kesukuan), kelas sosial, teman, anggota eluarga dan faktor yang menentukan situasional.
- marketing strategy, Pemasaran yang baik adalah pemasaran yangmempunyai banyak data atau informasi dari konsumen untuk evaluasi dalam proses pengambilan keputsan, sehingga pangsa pasar dapat tepat sasaran.
KRITERIA EVALUASI
Kriteria evaluasi berisi dimensi
atau atribut tertentu yang digunakan dalam menilai alternative-alternative
pilihan. Kriteria alternative dapat muncul dalam berbagai bentuk misalnya dalam
membeli mobil seorang konsumen mungkin mempertimbangkan kriteria keselamatan,
kenyamanan, harga, merek, Negara asal(country of origin) dan juga aspekhedonik
seperti gengsi, kebahagiaan, kesenangan dan sebagainya.
Beberapa kriteria eveluasi yang umum
adalah:
- Harga
Harga menentukan pemilihan alternatif. Konsumen cenderung akan memiliha harga yang murahuntuk suatu produk yang ia tahu spesifikasinya. Namun jika konsumen tidak bisa mengevaluasi kualitas produk maka harga merupakan indicator kualitas. Oleh karena itu strategi harga hendaknya disesuaikan dengan karakteristik produk. - Nama Merek, Merek terbukti menjadi determinan penting dalam pembelian obat. Nampaknya merek merupakan penganti dari mutu dan spesifikasi produk. Ketika konsumen sulit menilai criteria kualitas produk, kepercayaan pada merek lama yang sudah memiliki reputasi baik dapat mengurangi resiko kesalahan dalam pembelian.
- Negara asal, Negara dimana suatu produk dihasilkan menjadi pertimbangan penting dikalangan konsumen. negara asal sering mencitrakan kualitas produk. Konsumen mungkin sudah tidak meraguakan lagi kualitas produk elektronik dari Jepan. Sementara, untuk jam tangan nampaknya jam tangan buatan Swiss meruapak produk yang handal tak teragukan.
- Saliensi ( Atribut yang mencolok), Konsep saliensi mencerminkan ide bahwa kriteria evaluasi kerap berbeda pengaruhnya untuk konsumen yang berbeda dan juga produk yang berbeda. Pada suatu produk mungkin seorang konsumen mempertimbangkan bahwa harga adalah hal yang penting, tetapi tidak untuk produk yang lain. Atribut yang mencolok (salient) yang benar-benar mempengaruhi proses evaluasi disebut sebagai atribut determinan.
Sumber : http://muhammadershad14210666.blogspot.com/
Senin, 03 Juni 2013
Sejarah TNI Angkatan Darat
Tentara Nasional Indonesia (TNI) lahir
dalam kancah perjuangan bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaan dari
ancaman Belanda yang berambisi untuk menjajah Indonesia kembali melalui
kekerasan senjata. TNI merupakan perkembangan organisasi yang berawal
dari Badan Keamanan Rakyat (BKR). Selanjutnya pada tanggal 5 Oktober
1945 menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), dan untuk memperbaiki
susunan yang sesuai dengan dasar militer international, dirubah menjadi
Tentara Republik Indonesia (TRI).
Dalam perkembangan selanjutnya usaha
pemerintah untuk menyempurnakan tentara kebangsaan terus berjalan,
seraya bertempur dan berjuang untuk tegaknya kedaulatan dan kemerdekaan
bangsa. Untuk mempersatukan dua kekuatan bersenjata yaitu TRI sebagai
tentara regular dan badan-badan perjuangan rakyat, maka pada tanggal 3
Juni 1947 Presiden mengesyahkan dengan resmi berdirinya Tentara Nasional
Indonesia (TNI).
Pada saat-saat kritis selama Perang
Kemerdekaan (1945-1949), TNI berhasil mewujudkan dirinya sebagai tentara
rakyat, tentara revolusi, dan tentara nasional. Sebagai kekuatan yang
baru lahir, disamping TNI menata dirinya, pada waktu yang bersamaan
harus pula menghadapi berbagai tantangan, baik dari dalam maupun dari
luar negeri. Dari dalam negeri, TNI menghadapi rongrongan-rongrongan
baik yang berdimensi politik maupun dimensi militer. Rongrongan politik
bersumber dari golongan komunis yang ingin menempatkan TNI dibawah
pengaruh mereka melalui “Pepolit, Biro Perjuangan, dan
TNI-Masyarakat:. Sedangkan tantangan dari dalam negeri yang berdimensi
militer yaitu TNI menghadapi pergolakan bersenjata di beberapa daerah
dan pemberontakan PKI di Madiun serta Darul Islam (DI) di Jawa Barat
yang dapat mengancam integritas nasional. Tantangan dari luar negeri
yaitu TNI dua kali menghadapi Agresi Militer Belanda yang memiliki
organisasi dan persenjataan yang lebih modern.
Sadar akan keterbatasan TNI dalam
menghadapi agresi Belanda, maka bangsa Indonesia melaksanakan Perang
Rakyat Semesta dimana segenap kekuatan TNI dan masyarakat serta sumber
daya nasional dikerahkan untuk menghadapi agresi tersebut. Dengan
demikian, integritas dan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia
telah dapat dipertahankan oleh kekuatan TNI bersama rakyat. Sesuai
dengan keputusan Konferensi Meja Bundar (KMB), pada akhir tahun 1949
dibentuk Republik Indonesia Serikat (RIS). Sejalan dengan itu, dibentuk
pula Angkatan Perang RIS (APRIS) yang merupakan gabungan TNI dan KNIL
dengan TNI sebagai intinya. Pada bulan Agustus 1950 RIS dibubarkan dan
Indonesia kembali ke bentuk Negara kesatuan. APRIS pun berganti nama
menjadi Angkatan Perang RI (APRI).
Sistem demokrasi parlementer yang dianut
pemerintah pada periode 1950-1959, mempengaruhi kehidupan TNI. Campur
tangan politisi yang terlalu jauh dalam masalah intern TNI mendorong
terjadinya Peristiwa 17 Oktober 1952 yang mengakibatkan adanya keretakan
di lingkungan TNI AD. Di sisi lain, campur tangan itu mendorong TNI
untuk terjun dalam kegiatan politik dengan mendirikan partai politik
yaitu Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IP-KI) yang ikut sebagai
kontestan dalam Pemilihan Umum tahun 1955.
Periode
yang juga disebut Periode Demokrasi Liberal ini diwarnai pula oleh
berbagai pemberontakan dalam negeri. Pada tahun 1950 sebagian bekas
anggota KNIL melancarkan pemberontakan di Bandung (pemberontakan
Angkatan Perang Ratu Adil/APRA), di Makassar Pemberontakan Andi Azis,
dan di Maluku pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS). Sementara
itu, DI TII Jawa Barat melebarkan pengaruhnya ke Kalimantan Selatan,
Sulawesi Selatan dan Aceh. Pada tahun 1958 Pemerintah Revolusioner
Republik Indonesia/Perjuangan Rakyat Semesta (PRRI/Permesta) melakukan
pemberontakan di sebagian besar Sumatera dan Sulawesi Utara yang
membahayakan integritas nasional. Semua pemberontakan itu dapat ditumpas
oleh TNI bersama kekuatan komponen bangsa lainnya.
Upaya menyatukan organisasi angkatan
perang dan Kepolisian Negara menjadi organisasi Angkatan Bersenjata
Republika Indonesia (ABRI) pada tahun 1962 merupakan bagian yang penting
dari sejarah TNI pada dekade tahun enampuluhan.
Menyatunya
kekuatan Angkatan Bersenjata di bawah satu komando, diharapkan dapat
mencapai efektifitas dan efisiensi dalam melaksanakan perannya, serta
tidak mudah terpengaruh oleh kepentingan kelompok politik tertentu.
Namun hal tersebut menghadapi berbagai tantangan, terutama dari Partai
Komunis Indonesia (PKI) sebagai bagian dari komunisme internasional yang
senantiasa gigih berupaya menanamkan pengaruhnya ke dalam tatanan
kehidupan bangsa Indonesia termasuk ke dalam tubuh ABRI melalui
penyusupan dan pembinaan khusus, serta memanfaatkan pengaruh
Presiden/Panglima Tertinggi ABRI untuk kepentingan politiknya.
Upaya PKI makin gencar dan memuncak
melalui kudeta terhadap pemerintah yang syah oleh G30S/PKI,
mengakibatkan bangsa Indonesia saat itu dalam situasi yang sangat
kritis. Dalam kondisi tersebut TNI berhasil mengatasi situasi kritis
menggagalkan kudeta serta menumpas kekuatan pendukungnya bersama-sama
dengan kekuatan-kekuatan masyarakat bahkan seluruh rakyat Indonesia.
Dalam
situasi yang serba chaos itu, ABRI melaksanakan tugasnya sebagai
kekuatan hankam dan sebagai kekuatan sospol. Sebagai alat kekuatan
hankam, ABRI menumpas pemberontak PKI dan sisa-sisanya. Sebagai kekuatan
sospol ABRI mendorong terciptanya tatanan politik baru untuk
melaksanakan Pancasila dan UUD 45 secara murni dan konsekwen.
Sementara itu, ABRI tetap melakukan
pembenahan diri dengan cara memantapkan integrasi internal. Langkah
pertama adalah mengintegrasikan doktrin yang akhirnya melahirkan doktrin
ABRI Catur Dharma Eka Karma (Cadek). Doktrin ini berimplikasi kepada
reorganisasi ABRI serta pendidikan dan latihan gabungan antara Angkatan
dan Polri. Disisi lain, ABRI juga melakukan integrasi eksternal dalam
bentuk kemanunggalan ABRI dengan rakyat yang diaplikasikan melalui
program ABRI Masuk Desa (AMD).
Peran,
Fungsi dan Tugas TNI (dulu ABRI) juga mengalami perubahan sesuai dengan
Undang-Undang Nomor: 34 tahun 2004. TNI berperan sebagai alat negara di
bidang pertahanan yang dalam menjalankan tugasnya berdasarkan kebijakan
dan keputusan politik negara. TNI sebagai alat pertahanan negara,
berfungsi sebagai: penangkal terhadap setiap bentuk ancaman militer dan
ancaman bersenjata dari luar dan dalam negeri terhadap kedaulatan,
keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa, penindak terhadap setiap
bentuk ancaman sebagaimana dimaksud di atas, dan pemulih terhadap
kondisi keamanan negara yang terganggu akibat kekacauan keamanan.
Tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan
keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan
Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,
serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari
ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.
Tugas pokok itu dibagi 2(dua) yaitu: operasi militer untuk perang dan operasi militer selain perang.
Operasi militer selain perang meliputi
operasi mengatasi gerakan separatis bersenjata, mengatasi pemberontakan
bersenjata, mengatasi aksi terorisme, mengamankan wilayah perbatasan,
mengamankan objek vital nasional yang bersifat strategis, melaksanakan
tugas perdamaian dunia sesuai dengan kebijakan politik luar negeri,
mengamankan Presiden dan Wakil Presiden beserta keluarganya,
memberdayakan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini
sesuai dengan sistem pertahanan semesta, membantu tugas pemerintahan di
daerah, membantu Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam rangka tugas
keamanan dan ketertiban masyarakat yang diatur dalam undang-undang,
membantu mengamankan tamu negara setingkat kepala negara dan perwakilan
pemerintah asing yang sedang berada di Indonesia, membantu menanggulangi
akibat bencana alam, pengungsian, dan pemberian bantuan kemanusiaan,
membantu pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan (search and rescue)
serta membantu pemerintah dalam pengamanan pelayaran dan penerbangan
terhadap pembajakan, perompakan dan penyelundupan.
Sementara dalam bidang reformasi
internal, TNI sampai saat ini masih terus melaksanakan reformasi
internalnya sesuai dengan tuntutan reformasi nasional. TNI tetap pada
komitmennya menjaga agar reformasi internal dapat mencapai sasaran yang
diinginkan dalam mewujudkan Indonesia baru yang lebih baik dimasa yang
akan datang dalam bingkai tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik
Indonesia. Bahkan, sejak tahun 1998 sebenarnya secara internal TNI telah
melakukan berbagai perubahan yang cukup signifikan, antara lain:
Pertama,
merumuskan paradigma baru peran ABRI Abad XXI; kedua, merumuskan
paradigma baru peran TNI yang lebih menjangkau ke masa depan, sebagai
aktualisasi atas paradigma baru peran ABRI Abad XXI; ketiga; pemisahan
Polri dari ABRI yang telah menjadi keputusan Pimpinan ABRI mulai
1-4-1999 sebagai Transformasi Awal; keempat, penghapusan Kekaryaan ABRI
melalui keputusan pensiun atau alih status. (Kep: 03/)/II/1999); kelima,
penghapusan Wansospolpus dan Wansospolda/Wansospolda Tk-I; keenam,
penyusutan jumlah anggota F.TNI/Polri di DPR RI dan DPRD I dan II dalam
rangka penghapusan fungsi sosial politik; ketujuh; TNI tidak lagi
terlibat dalam Politik Praktis/day to day Politics; kedelapan, pemutusan
hubungan organisatoris dengan Partai Golkar dan mengambil jarak yang
sama dengan semua parpol yang ada; kesembilan, komitmen dan konsistensi
netralitas TNI dalam Pemilu; kesepuluh, penataan hubungan TNI dengan KBT
(Keluarga Besar TNI); kesebelas, revisi Doktrin TNI disesuaikan dengan
Reformasi dan Peran ABRI Abad XXI; keduabelas, perubahan Staf Sospol
menjadi Staf Komsos; ketigabelas, perubahan Kepala Staf Sosial Politik
(Kassospol) menjadi Kepala Staf Teritorial (Kaster);
keempatbelas, penghapusan Sospoldam, Babinkardam, Sospolrem dan
Sospoldim; kelimabelas, likuidasi Staf Syawan ABRI, Staf Kamtibmas ABRI
dan Babinkar ABRI; keenambelas, penerapan akuntabilitas public terhadap
Yayasan-yayasan milik TNI/Badan Usaha Militer; ketujuhbelas, likuidasi
Organisasi Wakil Panglima TNI; kedelapanbelas, penghapusan Bakorstanas
dan Bakorstanasda; kesembilanbelas, penegasan calon KDH dari TNI sudah
harus pensiun sejak tahap penyaringan; keduapuluh, penghapusan Posko
Kewaspadaan; keduapuluhsatu, pencabutan materi Sospol ABRI dari
kurikulum pendidikan TNI; keduapuluhdua, likuidasi Organisasi Kaster
TNI; keduapuluhtiga, likuidasi Staf Komunikasi Sosial (Skomsos) TNI
sesuai SKEP Panglima TNI No.21/ VI/ 2005; keduapuluh empat, berlakunya
doktrinTNI “Tri Dharma Eka Karma (Tridek) menggantikan “Catur Dharma
Eka Karma (Cadek) sesuai Keputusan Panglima TNI nomor Kep/2/I/2007
tanggal 12 Januari 2007. Sebagai alat pertahanan negara, TNI berkomitmen
untuk terus melanjutkan reformasi internal TNI seiring dengan tuntutan
reformasi dan keputusan politik negara.
Sumber : http://www.tniad.mil.id/index.php/profil/sejarah
Sejarah Sepak Bola
Awal mula sejarah munculnya olahraga
sepak bola masih mengundang perdebatan. Beberapa dokumen menjelaskan
bahwa sepak bola lahir sejak masa Romawi, sebagian lagi menjelaskan
bahwa sepak bola berasal dari Tiongkok. FIFA sebagai badan sepak bola
dunia secara resmi menyatakan bahwa sepak bola lahir dari daratan Cina
yaitu berawal dari permainan masyarakat Cina abad ke-2 sampai dengan
ke-3 SM. Olah raga ini saat itu dikenal dengan sebutan “tsu chu “.
Dalam
salah satu dokumen militer menyebutkan, pada tahun 206 SM, pada masa
pemerintahan Dinasti Tsin dan Han, masyarakat Cina telah memainkan bola
yang disebut tsu chu. Tsu sendiri artinya “menerjang bola dengan kaki”.
sedangkan chu, berarti “bola dari kulit dan ada isinya”. Permainan bola
saat itu menggunakan bola yang terbuat dari kulit binatang, dengan
aturan menendang dan menggiring dan memasukkanya ke sebuah jaring yang
dibentangkan diantara dua tiang.Versi sejarah kuno tentang sepak bola yang lain datangnya dari negeri Jepang, sejak abad ke-8, masyarakat disana telah mengenal permainan bola. Masyarakat disana menyebutnya dengan: Kemari. Sedangkan bola yang dipergunakan adalah kulit kijang namun ditengahnya sudah lubang dan berisi udara.
Menurut Bill Muray, salah seorang sejarahwan sepak bola, dalam bukunya The World Game: A History of Soccer, permainan sepak bola sudah dikenal sejak awal Masehi. Pada saat itu, masyarakat Mesir Kuno sudah mengenal teknik membawa dan menendang bola yang terbuat dari buntalan kain linen.
Sisi sejarah yang lain adalah di Yunani Purba juga mengenal sebuah permainan yang disebut episcuro, tidak lain adalah permainan menggunakan bola. Bukti sejarah ini tergambar pada relief-relief museum yang melukiskan anak muda memegang bola dan memainkannya dengan pahanya.
Sejarah sepak bola modern dan telah mendapat pengakuan dari berbagai pihak, aawal mulanya dari Inggris, yang dimainkan pada pertengahan abad ke-19 pada sekolah-sekolah. Tahun 1857 beridiri klub sepak bola pertama di dunia, yaitu: Sheffield Football Club. Klub ini adalah asosiasi sekolah yang menekuni permainan sepak bola.
Pada tahun 1863, berdiri asosiasi sepak bola Inggris, yang bernama Football Association (FA). Badan ini yang mengeluarkan peraturan permainan sepak bola, sehingga sepak bola menjadi lebih teratur, terorganisir, dan enak untuk dinikmati penonton.
Selanjutnya tahun 1886 terbentuk lagi badan yang mengeluarkan peraturan sepak bola modern se dunia, yaitu: International Football Association Board (IFAB). IFAB dibentuk oleh FA Inggris dengan Scottish Football Association, Football Association of Wales, dan Irish Football Association di Manchester, Inggris.
Sejarah sepak bola semakin teruji hingga saat ini IFAB merupakan badan yang mengeluarkan berbagai peraturan pada permainan sepak bola, baik tentang teknik permainan, syarat dan tugas wasit, bahkan sampai transfer perpindahan pemain.
Sumber : http://www.websejarah.com/2010/02/sejarah-sepak-bola.html
Sejarah Awal Di Bangun Candi Prambanan
Candi prambanan merupakan salah satu candi yang terletak di perbatasan antara Jawa tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta,
juga candi ini merupakan salah satu tempat tujuan wisata. Candi
prambanan sering kali dipanggil dengan nama candi Roro Jonggrang.
candi yang dibangun pada abad 9 M ini memiliki tiga bangunan utama berarsitektur indah setinggi 47 meter. Ketiga bangunan tersebut melambangkan Trimurti, yaitu ajaran tentang tiga dewa utama yang terdiri dari Candi Siwa (Dewa Pelebur) di tengah, Candi Brahma (Dewa Penjaga) di selatan, dan Candi Wisnu (Dewa Pencipta) di utara. Kemudian di depan bangunan utama ini terdapat tiga candi yang lebih kecil sebagai perlambang Wahana (kendaraan) dari Trimurti. Ketiga candi tersebut adalah Candi Nandi (kerbau) yang merupakan kendaraan Siwa, Candi Angsa kendaraannya Brahma, dan Candi Garuda kendaraan Wisnu.
Para wisatawan juga dapat melihat dan mengikuti kisah cerita Ramayana yang reliefnya dipahatkan searah jarum jam pada dinding pagar langkan Candi Siwa dan bersambung di Candi Brahma. Sedangkan pada pagar langkan Candi Wisnu dipahatkan relief cerita Krisnayana.
Memasuki Candi Utama (Candi Siwa) dari arah utara, wisatawan juga dapat melihat patung seorang putri cantik bernama Roro Jonggrang. Menurut legenda, Roro Jonggrang adalah putri Raja Boko yang ingin dinikahi oleh Bandung Bondowoso, seorang lelaki perkasa Putra Raja Pengging. Roro Jonggrang yang tidak mencintai Bandung, berusaha menolak pinangan ini dengan mengajukan syarat agar dibuatkan seribu candi dalam satu malam.
Dengan kekuatan supranatural, Bandung menyanggupi syarat tersebut dan hampir berhasil menyelesaikan tugasnya. Roro Jonggrang yang panik, berusaha menggagalkan keberhasilan ini dengan mengerahkan para wanita desa untuk membakar jerami dan menumbuk padi sehingga suasananya berubah seperti pagi hari.
Mengira tenggat waktunya telah berakhir, semua kekuatan supranatural yang membantu Bandung berlarian. Tak ayal, pekerjaan yang nyaris selesai akhirnya terbengkalai. Kegagalan ini tentu saja membuat Bandung murka. Dan karena tidak dapat menahan amarahnya, Bandung mengutuk Roro Jonggrang menjadi sebuah patung.
Kisah legenda tersebut secara lengkap dapat wisatawan lihat di gedung Museum yang berada di dalam lokasi Candi Prambanan. Sebab selain memiliki ruang Audio Visual yang memutarkan film selama 15 menit tentang sejarah ditemukannya Candi Prambanan hingga proses renovasi dan purna pugarnya secara lengkap, Museum ini juga memamerkan koleksi benda-benda arkeologi serta perhiasan-perhiasan peninggalan raja Mataram kuno yang ditemukan di Wonoboyo, Klaten.
Referensi:
http://www.mediaubg.com/index.php?option=com_content&view=article&id=74:sejarah-candi-prambanan&catid=35:teknik-bangunan&Itemid=58
http://harapbagi.blogspot.com/2013/04/sejarah-candi-prambanan-yogyakarta.html
http://www.websejarah.com/2013/05/sejarah-awal-di-bangun-candi-prambanan.html
candi yang dibangun pada abad 9 M ini memiliki tiga bangunan utama berarsitektur indah setinggi 47 meter. Ketiga bangunan tersebut melambangkan Trimurti, yaitu ajaran tentang tiga dewa utama yang terdiri dari Candi Siwa (Dewa Pelebur) di tengah, Candi Brahma (Dewa Penjaga) di selatan, dan Candi Wisnu (Dewa Pencipta) di utara. Kemudian di depan bangunan utama ini terdapat tiga candi yang lebih kecil sebagai perlambang Wahana (kendaraan) dari Trimurti. Ketiga candi tersebut adalah Candi Nandi (kerbau) yang merupakan kendaraan Siwa, Candi Angsa kendaraannya Brahma, dan Candi Garuda kendaraan Wisnu.
Para wisatawan juga dapat melihat dan mengikuti kisah cerita Ramayana yang reliefnya dipahatkan searah jarum jam pada dinding pagar langkan Candi Siwa dan bersambung di Candi Brahma. Sedangkan pada pagar langkan Candi Wisnu dipahatkan relief cerita Krisnayana.
Memasuki Candi Utama (Candi Siwa) dari arah utara, wisatawan juga dapat melihat patung seorang putri cantik bernama Roro Jonggrang. Menurut legenda, Roro Jonggrang adalah putri Raja Boko yang ingin dinikahi oleh Bandung Bondowoso, seorang lelaki perkasa Putra Raja Pengging. Roro Jonggrang yang tidak mencintai Bandung, berusaha menolak pinangan ini dengan mengajukan syarat agar dibuatkan seribu candi dalam satu malam.
Dengan kekuatan supranatural, Bandung menyanggupi syarat tersebut dan hampir berhasil menyelesaikan tugasnya. Roro Jonggrang yang panik, berusaha menggagalkan keberhasilan ini dengan mengerahkan para wanita desa untuk membakar jerami dan menumbuk padi sehingga suasananya berubah seperti pagi hari.
Mengira tenggat waktunya telah berakhir, semua kekuatan supranatural yang membantu Bandung berlarian. Tak ayal, pekerjaan yang nyaris selesai akhirnya terbengkalai. Kegagalan ini tentu saja membuat Bandung murka. Dan karena tidak dapat menahan amarahnya, Bandung mengutuk Roro Jonggrang menjadi sebuah patung.
Kisah legenda tersebut secara lengkap dapat wisatawan lihat di gedung Museum yang berada di dalam lokasi Candi Prambanan. Sebab selain memiliki ruang Audio Visual yang memutarkan film selama 15 menit tentang sejarah ditemukannya Candi Prambanan hingga proses renovasi dan purna pugarnya secara lengkap, Museum ini juga memamerkan koleksi benda-benda arkeologi serta perhiasan-perhiasan peninggalan raja Mataram kuno yang ditemukan di Wonoboyo, Klaten.
Referensi:
http://www.mediaubg.com/index.php?option=com_content&view=article&id=74:sejarah-candi-prambanan&catid=35:teknik-bangunan&Itemid=58
http://harapbagi.blogspot.com/2013/04/sejarah-candi-prambanan-yogyakarta.html
http://www.websejarah.com/2013/05/sejarah-awal-di-bangun-candi-prambanan.html
Sejarah PT Pos Indonesia (Persero)
Sejarah mencatat keberadaan Pos
Indonesia begitu panjang, Kantorpos pertama didirikan di Batavia
(sekarang Jakarta) oleh Gubernur Jendral G.W Baron van Imhoff pada
tanggal 26 Agustus 1746 dengan tujuan untuk lebih menjamin keamanan
surat-surat penduduk, terutama bagi mereka yang berdagang dari
kantor-kantor di luar Jawa dan bagi mereka yang datang dari dan pergi ke
Negeri Belanda. Sejak itulah pelayanan pos telah lahir mengemban peran
dan fungsi pelayanan kepada publik.
Setelah Kantorpos Batavia didirikan, maka empat tahun kemudian didirikan Kantorpos Semarang untuk mengadakan perhubungan pos yang teratur antara kedua tempat itu dan untuk mempercepat pengirimannya. Rute perjalanan pos kala itu ialah melalui Karawang, Cirebon dan Pekalongan.
Setelah Kantorpos Batavia didirikan, maka empat tahun kemudian didirikan Kantorpos Semarang untuk mengadakan perhubungan pos yang teratur antara kedua tempat itu dan untuk mempercepat pengirimannya. Rute perjalanan pos kala itu ialah melalui Karawang, Cirebon dan Pekalongan.
Perubahan Status Pos Indonesia
Pos Indonesia telah beberapa kali mengalami perubahan status mulai dari Jawatan PTT (Post, Telegraph dan Telephone). Badan usaha yang dipimpin oleh seorang Kepala Jawatan ini operasinya tidak bersifat komersial dan fungsinya lebih diarahkan untuk mengadakan pelayanan publik. Perkembangan terus terjadi hingga statusnya menjadi Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel). Mengamati perkembangan zaman dimana sektor pos dan telekomunikasi berkembang sangat pesat, maka pada tahun 1965 berganti menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos dan Giro), dan pada tahun 1978 berubah menjadi Perum Pos dan Giro yang sejak ini ditegaskan sebagai badan usaha tunggal dalam menyelenggarakan dinas pos dan giropos baik untuk hubungan dalam maupun luar negeri. Selama 17 tahun berstatus Perum, maka pada Juni 1995 berubah menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Pos Indonesia (Persero).
Dengan berjalannya waktu, Pos Indonesia kini telah mampu menunjukkan kreatifitasnya dalam pengembangan bidang perposan Indonesia dengan memanfaatkan insfrastruktur jejaring yang dimilikinya yang mencapai sekitar 24 ribu titik layanan yang menjangkau 100 persen kota/kabupaten, hampir 100 persen kecamatan dan 42 persen kelurahan/desa, dan 940 lokasi transmigrasi terpencil di Indonesia. Seiring dengan perkembangan informasi, komunikasi dan teknologi, jejaring Pos Indonesia sudah memiliki 3.700 Kantorpos online, serta dilengkapi elektronic mobile pos di beberapa kota besar. Semua titik merupakan rantai yang terhubung satu sama lain secara solid & terintegrasi. Sistem Kode Pos diciptakan untuk mempermudah processing kiriman pos dimana tiap jengkal daerah di Indonesia mampu diidentifikasi dengan akurat.
Pos Indonesia telah beberapa kali mengalami perubahan status mulai dari Jawatan PTT (Post, Telegraph dan Telephone). Badan usaha yang dipimpin oleh seorang Kepala Jawatan ini operasinya tidak bersifat komersial dan fungsinya lebih diarahkan untuk mengadakan pelayanan publik. Perkembangan terus terjadi hingga statusnya menjadi Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel). Mengamati perkembangan zaman dimana sektor pos dan telekomunikasi berkembang sangat pesat, maka pada tahun 1965 berganti menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos dan Giro), dan pada tahun 1978 berubah menjadi Perum Pos dan Giro yang sejak ini ditegaskan sebagai badan usaha tunggal dalam menyelenggarakan dinas pos dan giropos baik untuk hubungan dalam maupun luar negeri. Selama 17 tahun berstatus Perum, maka pada Juni 1995 berubah menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Pos Indonesia (Persero).
Dengan berjalannya waktu, Pos Indonesia kini telah mampu menunjukkan kreatifitasnya dalam pengembangan bidang perposan Indonesia dengan memanfaatkan insfrastruktur jejaring yang dimilikinya yang mencapai sekitar 24 ribu titik layanan yang menjangkau 100 persen kota/kabupaten, hampir 100 persen kecamatan dan 42 persen kelurahan/desa, dan 940 lokasi transmigrasi terpencil di Indonesia. Seiring dengan perkembangan informasi, komunikasi dan teknologi, jejaring Pos Indonesia sudah memiliki 3.700 Kantorpos online, serta dilengkapi elektronic mobile pos di beberapa kota besar. Semua titik merupakan rantai yang terhubung satu sama lain secara solid & terintegrasi. Sistem Kode Pos diciptakan untuk mempermudah processing kiriman pos dimana tiap jengkal daerah di Indonesia mampu diidentifikasi dengan akurat.
Sumber : http://www.posindonesia.co.id/index.php/profil-perusahaan/sejarah-pos
Langganan:
Postingan (Atom)